Go Green Bone Bolango Bukan Sekadar Kampanye, Investasi dan Desa Jadi Kunci Ekonomi Baru

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:50 WIB

 

Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia.(F:Diskominfo)
Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA — Bone Bolango tengah menyiapkan babak baru pembangunan ekonomi. 

Ketika kemampuan APBD memiliki keterbatasan, pemerintah daerah memilih membuka ruang lebih besar bagi investasi dengan mengembangkan konsep ekonomi hijau yang menggabungkan lingkungan, teknologi dan peluang usaha.

Salah satu langkah awalnya adalah penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). 

Baca Juga: Izin Tambang Pohuwato Mandek, BPKP Turun ke Lapangan Bongkar Titik Masalah Perizinan

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, kendaraan listrik bukan sekadar simbol perubahan dari kendaraan berbahan bakar fosil, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya industri dan jasa pendukung di daerah.

Arah kebijakan tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, Selasa (25/8/2026).

Ichsan menjelaskan, Bone Bolango tidak ingin pembangunan hanya bergantung pada kemampuan keuangan daerah. 

Investasi swasta diharapkan mampu membawa modal, teknologi dan pasar untuk mengolah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dalam konteks KBLBB, peluang tersebut dapat muncul dari kebutuhan infrastruktur pengisian daya hingga jasa perawatan kendaraan listrik. 

Bengkel, suku cadang, teknologi dan berbagai layanan pendukung lainnya juga berpotensi menjadi ruang usaha baru bagi investor maupun masyarakat lokal.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda go green Bone Bolango. 

Baca Juga: Masuk Meja Fadli Zon, Usulan HB Jassin dan Aloei Saboe Jadi Pahlawan Nasional Masuki Tahap Pentin

Pemanfaatan kendaraan listrik diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, sejalan dengan kebijakan energi nasional.

Namun, transformasi ekonomi yang dirancang pemerintah tidak berhenti pada sektor transportasi. 

Bone Bolango juga memiliki sejumlah peluang yang dapat dikembangkan dalam kerangka ekonomi hijau.

Energi surya dan mikrohidro, pertanian berkelanjutan, perkebunan ramah lingkungan, pariwisata ekologis, pengelolaan limbah 

serta industri kreatif menjadi sektor yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan.

Pemerintah daerah ingin mengubah cara pandang terhadap potensi tersebut. Kekayaan sumber daya alam tidak cukup hanya menjadi keunggulan di atas kertas. 

Potensi harus mendatangkan modal, investasi menciptakan pekerjaan dan pekerjaan memberikan peningkatan kesejahteraan.

Sektor persampahan bahkan mulai diposisikan sebagai peluang ekonomi. 

Melalui konsep ekonomi sirkular, sampah rumah tangga serta limbah pertanian dan perkebunan dapat diolah kembali menjadi energi maupun produk bernilai ekonomi.

Namun, transformasi itu membutuhkan dukungan yang tidak sedikit. Investasi, teknologi, infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi komponen penting agar limbah benar-benar dapat diubah menjadi komoditas.

Pemerintah juga memberi perhatian pada desa. BUMDes dan Kopdes didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut masuk ke dalam rantai ekonomi yang terbentuk dari investasi.

Produk desa diharapkan memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan, pengemasan dan pemasaran. Dengan demikian, desa tidak sekadar menjadi lokasi masuknya investasi, tetapi menjadi bagian aktif dari produksi dan distribusi.

Di sisi lain, BUMD dan sektor perbankan diharapkan menjadi penguat pembiayaan, sedangkan investor berperan membuka akses modal, teknologi dan pasar.

Pemkab Bone Bolango pun menyatakan terbuka terhadap investasi. Meski demikian, modal yang masuk diharapkan memberikan manfaat nyata bagi daerah, 

mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan usaha lokal.

Ichsan mengatakan pemerintah optimistis strategi tersebut dapat membangun fondasi ekonomi hijau yang lebih kuat.

“Keterbukaan investasi yang diperkuat perbankan, BUMD, BUMDes dan Kopdes menjadi modal penting untuk membangun ekonomi hijau yang mandiri, berdaya saing dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan desain tersebut, program go green Bone Bolango diarahkan menjadi strategi ekonomi jangka panjang. 

KBLBB menjadi langkah pembuka, sementara energi terbarukan, ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, pariwisata ekologis dan industri hijau menjadi ruang pertumbuhan berikutnya.

APBD tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan. Namun, pemerintah ingin membuktikan bahwa keterbatasan fiskal tidak harus membuat pembangunan kehilangan momentum.

Kuncinya kini berada pada kemampuan pemerintah menghubungkan potensi, investasi, teknologi, pembiayaan dan masyarakat dalam satu ekosistem. 

Jika berhasil, ekonomi hijau bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Bone Bolango.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
Kendaraan Listrik Bone Bolango Ismet Mile KBLBB Ekonomi Hijau