Tak Mau Bergantung pada APBD, Bone Bolango Andalkan Investasi untuk Buka Lapangan Kerja

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:37 WIB

 

Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa di sela-sela peringatan Maulid nabi Muhammad (F:Diskominfo)
Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa di sela-sela peringatan Maulid nabi Muhammad (F:Diskominfo)
 

Gorontalopost, SUWAWA – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango tengah menyiapkan strategi baru untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. 

Ketergantungan terhadap APBD ingin dikurangi dengan membuka peluang lebih besar bagi investasi swasta untuk mengolah berbagai potensi daerah.

Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa menyebut investasi memiliki posisi 
strategis dalam pembangunan karena kemampuan fiskal pemerintah daerah memiliki batas. 

Baca Juga: Di Tengah Tradisi Maulid Nabi, Rum Pagau Bicara Masa Depan Boalemo dan Kesejahteraan Warga

Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat mempercepat perputaran ekonomi sekaligus  menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Investasi kita perlukan karena kemampuan APBD terbatas. Dengan semakin banyak dunia  usaha

yang masuk dan berkembang, akan semakin besar pula peluang ekonomi yang  tercipta di daerah,” kata Iwan, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, Bone Bolango memiliki sejumlah sektor yang layak dikembangkan investor. 

Pariwisata, pertanian, perikanan dan pertambangan menjadi bagian dari potensi daerah 

yang dapat dikembangkan melalui investasi dengan tetap memperhatikan regulasi dan tata kelola.

Selain sumber daya alam, faktor geografis juga menjadi nilai tambah. Letak Bone Bolango  yang berdekatan dengan pusat Provinsi Gorontalo membuka ruang bagi berkembangnya  bisnis jasa dan sektor pendukung lainnya.

“Posisi Bone Bolango yang dekat dengan pusat provinsi memberi keuntungan tersendiri. 

Kita bisa mengembangkan sektor jasa, termasuk membuka peluang investasi di bidang  pergudangan maupun industri,” ungkapnya.

Namun, pemerintah tidak ingin kebijakan membuka pintu investasi dimaknai sebagai  kebebasan tanpa batas. 

Iwan menegaskan setiap investor tetap harus mengikuti aturan perizinan dan ketentuan penanaman modal. 

Pemerintah hanya akan memberikan kemudahan pada bagian-bagian yang memang memungkinkan untuk disederhanakan berdasarkan peraturan.

Dengan skema tersebut, Pemkab Bone Bolango ingin investasi yang masuk tidak berhenti  pada angka nilai penanaman modal. 

Kehadiran investor diharapkan menciptakan efek berantai terhadap perekonomian, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.

“Yang kita kejar bukan hanya modal masuk, tetapi dampaknya bagi masyarakat. Investasi  harus mampu membuka pekerjaan, melahirkan aktivitas ekonomi baru dan pada akhirnya  meningkatkan pendapatan warga,” tegas Iwan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan arah pembangunan ekonomi Bone Bolango yang  mulai memberi porsi lebih besar kepada sektor swasta sebagai mitra pemerintah dalam  menggerakkan potensi daerah.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
APBD lapangan kerja Bone Bolango sekda bone bolango Investasi