Ismet Mile Relakan Walima untuk Pendzikir, Pesan Perkuat Iman Menggema di Maulid Nabi Bone Bolango

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:12 WIB
Bupati Ismet Mile dalam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M di Masjid 
Agung Al-Marhamah Suwawa.(F:Diskominfo)
Bupati Ismet Mile dalam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M di Masjid Agung Al-Marhamah Suwawa.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA – Ada pesan keagamaan sekaligus bentuk kepedulian yang  ditunjukkan Bupati Bone Bolango Ismet Mile 

dalam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M di Masjid  Agung Al-Marhamah Suwawa, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Razia Miras di Telaga Biru, Polisi Amankan Puluhan Botol Cap Tikus hingga Bir Bintang

Di tengah suasana khidmat setelah jemaah mengikuti dzikir sejak malam hingga pagi, Ismet  Mile mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi 

bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat hubungan spiritual  dengan Allah SWT.

Ia menilai dzikir dan doa yang dilakukan sepanjang malam merupakan bentuk ikhtiar  bersama 

untuk memohon pertolongan dan keberkahan. Karena itu, seluruh rangkaian ibadah 
tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

“Semalaman kita telah bersama-sama berzikir dan menyampaikan berbagai doa. Mudah- mudahan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat, 

serta seluruh hajat yang kita panjatkan, diberikan jalan dan dikabulkan Allah SWT,” kata  Ismet.

Bupati juga mengingatkan bahwa inti peringatan Maulid bukan hanya berkumpul dan  mengikuti ritual keagamaan. 

Lebih jauh, momentum tersebut harus mampu menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan  keimanan dan memperkuat kebiasaan beribadah dalam kehidupan sehari-hari.

Perhatian Ismet kemudian tertuju kepada para pendzikir yang telah bertahan mengikuti  rangkaian kegiatan sepanjang malam. 

Baca Juga: Tak Mau Bergantung pada APBD, Bone Bolango Andalkan Investasi untuk Buka Lapangan Kerja

Ia secara khusus meminta agar walima yang biasanya disiapkan untuk kepala daerah  diberikan kepada mereka.

“Walima itu saya ikhlaskan untuk para pendzikir. Mereka sudah semalaman mengikuti zikir dan beribadah, sehingga saya ingin hidangan itu menjadi bagian dari penghargaan  untuk mereka,” tuturnya.

Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi Ismet kepada masyarakat yang telah 
meluangkan waktu mengikuti tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Baginya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan keagamaan harus terus dirawat.

Ia berharap rangkaian doa dan dzikir yang dilakukan bersama dapat menjadi ikhtiar untuk  menghadirkan keberkahan bagi Bone Bolango. 

Masyarakat juga diharapkan terus menjaga persaudaraan serta menjadikan nilai-nilai  keagamaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Yang paling penting, semangat Maulid ini jangan selesai ketika acara berakhir. Mari kita  bawa semangat berdoa, bersyukur dan memperkuat iman dalam kehidupan kita sehari- hari,” pungkas Ismet.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
walimah Bone Bolango Maulid Nabi Muhammad SAW Ismet Mile Suwawa