Gorontalopost, SUWAWA – Posyandu dinilai memiliki peran penting dalam membaca persoalan masyarakat sejak dari tingkat paling bawah.
Karena itu, Bupati Bone Bolango Ismet Mile meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya mengandalkan satu sektor untuk mendukung keberlangsungan pelayanan Posyandu.
Hal tersebut disampaikan Ismet saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Pengurus Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa
Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 wilayah Suwawa Cs di Aula Kantor Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Air Bersih Jadi Kado HUT ke-78 Polwan, Brimob Gorontalo Bantu Puluhan KK di Pulubala
Bagi Ismet, keberadaan Posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membuat lembaga tersebut menjadi salah satu mata rantai penting pelayanan pemerintah.
Berbagai persoalan warga dapat diketahui lebih dini melalui jaringan Posyandu sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Namun, fungsi tersebut menurutnya harus diimbangi dengan dukungan yang memadai.
Beban pelayanan Posyandu semakin luas sehingga kebutuhan program, pembinaan dan anggaran tidak seharusnya hanya ditopang oleh satu OPD.
“Kalau Posyandu ini menjadi mitra kerja pemerintah, maka seluruh OPD harus
memberikan dukungan. Jangan hanya satu OPD yang bergerak,” tegas Ismet.
Ia mendorong informasi dari masyarakat dapat mengalir melalui Posyandu menuju
pemerintah desa dan selanjutnya diteruskan kepada perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tulisan, Pemkab Gorontalo Siapkan Panduan Agar Bahasa Gorontalo Tetap Hidup
Pola tersebut dinilai dapat membuat pemerintah lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat.
Ismet juga meminta dukungan untuk Posyandu direncanakan sejak awal melalui
mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
Meski demikian, ia menekankan bahwa besarnya dukungan tidak berarti pemerintah dapat menggunakan APBD tanpa batas.
“APBD tidak sembarang dimanfaatkan. Semuanya harus berdasarkan aturan yang berlaku. Kalau tidak, kita akan berhadapan dengan masalah hukum,” ujarnya.
Karena itu, Bimtek tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengurus Posyandu.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik penguatan kolaborasi antara pengurus Posyandu, pemerintah desa dan seluruh OPD di Bone Bolango.
Dengan dukungan lintas sektor, Posyandu diharapkan tidak sekadar menjadi tempat
pelayanan,
tetapi juga menjadi penghubung strategis yang membantu pemerintah
memahami kondisi masyarakat secara lebih cepat dan tepat.
“Pembangunan di tingkat masyarakat membutuhkan kerja bersama. Posyandu tidak
mungkin bekerja sendiri,
sementara pemerintah juga tidak akan mampu menangkap seluruh persoalan warga tanpa dukungan jaringan pelayanan yang dekat dengan masyarakat,” tandasnya.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang