Gorontalopost, TILONGKABILA — Dua bulan ke depan menjadi periode penting bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Bupati Ismet Mile meminta seluruh jajaran pemerintahan menunjukkan disiplin, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas tanpa memandang tinggi rendahnya jabatan.
Pesan tegas itu disampaikan Ismet dalam apel kerja yang digelar di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Curanmor di Tenda Terungkap Kurang dari 24 Jam, Residivis Asal Bolmut Ditangkap Tim URC Resmob
Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Risman Tolingguhu dan Sekretaris Daerah Iwan Mustapa.
Menginginkan tak hanya pegawai di lingkungan pemerintah kabupaten, Ia ingin jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa ikut membangun budaya kerja yang sama.
Karena itu, camat, sekretaris kecamatan, hingga aparat desa diminta dilibatkan dalam apel bersama.
Menurut Ismet, kedisiplinan tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada kelompok tertentu.
Seluruh aparatur harus memiliki kesadaran yang sama bahwa kehadiran dan pelaksanaan tugas merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Saya ingin dua bulan ke depan menjadi masa pembuktian. Kita akan melihat siapa yang benar-benar memiliki integritas, disiplin dan loyalitas dalam menjalankan amanah pemerintahan,” kata Ismet.
Ia menegaskan, tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena seseorang memiliki jabatan atau bekerja di tempat yang berbeda.
Setiap aparatur memiliki fungsi masing-masing dan harus menjalankannya secara maksimal
Baca Juga: Fundamental Makin Solid, BRI Perkuat Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham.
“Dalam pemerintahan tidak ada kasta. Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab.
Karena itu, tidak boleh ada yang merasa lebih istimewa dibanding yang lain,” tegasnya.
Perhatian Ismet juga tertuju pada pelaksanaan apel yang masih diwarnai persoalan
keterlambatan.
Ia meminta aparatur mengubah kebiasaan tersebut dan tidak menunjukkan sikap seolah-olah apel bukan bagian dari kewajiban kedinasan.
Satpol PP kemudian diminta membantu memastikan disiplin kehadiran berjalan
sebagaimana mestinya.
Aparatur yang tidak mengikuti ketentuan kehadiran juga diminta dicatat sebagai bagian dari evaluasi.
Bagi Ismet, pengawasan bukanlah bentuk intimidasi. Ia justru ingin membangun pola kerja yang menempatkan seluruh aparatur dalam posisi yang setara sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan birokrasi.
Ia mengaitkan kedisiplinan aparatur dengan agenda yang lebih besar, yakni menjaga stabilitas daerah.
Pemerintahan yang berjalan tertib dinilai menjadi salah satu fondasi agar pembangunan tidak terganggu dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau kita ingin pembangunan berjalan tanpa gangguan, stabilitas daerah harus dijaga.
Dan seluruh aparatur punya tanggung jawab untuk itu, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ismet.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk menghindari kewajiban.
Aturan mengenai kehadiran, disiplin dan pelaksanaan tugas berlaku bagi seluruh aparatur tanpa terkecuali.
“Ini bukan soal menakut-nakuti siapa pun. Saya ingin kita membangun pemerintahan dengan semangat kebersamaan.
Di hadapan hukum dan aturan, seluruh aparat memiliki kedudukan yang sama,”pungkasnya.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang