Kekeringan Meluas, 1.763 KK di Bone Bolango Terdampak dan 1 Juta Liter Air Dikerahkan

Azis Manansang • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 12:28 WIB

 

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, turun langsung memimpin penyaluran air bersih bagi warga terdampak di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila beberapa waktu yang lalu. (F.Indra/Diskominfo)
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, turun langsung memimpin penyaluran air bersih bagi warga terdampak di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila beberapa waktu yang lalu. (F.Indra/Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA – Sebanyak 1.763 kepala keluarga atau sekitar 6.846 jiwa di Kabupaten Bone Bolango terdampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. 

Kondisi tersebut mendorong pemerintah dan berbagai lembaga mempercepat distribusi air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan.

Hingga 9 September 2026, total 1.020.060 liter air bersih telah disalurkan kepada 
masyarakat. 

Baca Juga: Desa Luwoo Segera Jadi Desa Kreatif Digital, Pemkab Gorontalo Siapkan Pusat Promosi UMKM

Bantuan tersebut menyasar 12 kecamatan dan 28 desa yang terdampak kekeringan.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan armada dari berbagai instansi. 

Sedikitnya tujuh armada dikerahkan untuk memastikan distribusi air dapat menjangkau  wilayah yang membutuhkan.

Armada tersebut berasal dari BPBD Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, PMI Bone  Bolango, BPBPK Provinsi Gorontalo, dan Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Bone Bolango Achril Babyonggo mengatakan distribusi air 
bersih masih akan terus dilakukan. 

Penyaluran dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Armada yang tersedia terus kami gerakkan secara bertahap, terutama untuk memenuhi  kebutuhan air di lokasi yang paling membutuhkan,” ungkap Achril.

Baca Juga: Andi Rahmatillah Jadi Ketua KADIN Kota Gorontalo, Mukota Disorot Pemkot

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak berhenti pada desa yang sudah mendapatkan bantuan.

BPBD terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan untuk menentukan 
wilayah yang membutuhkan distribusi selanjutnya.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian dan  lembaga kemanusiaan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tidak terhenti.

Achril mengatakan kebutuhan air bersih harus menjadi perhatian utama selama kekeringan  berlangsung.

Pasokan air bukan sekadar bantuan dalam situasi bencana, tetapi menyangkut  kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

“Ketika kekeringan berdampak pada kehidupan warga, air bersih harus segera dipenuhi.  Karena itu, koordinasi dan distribusi terus kami perkuat,” katanya.

Hingga kini, penyaluran air bersih masih berlangsung ke wilayah terdampak. Pemerintah  memastikan

distribusi akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar masyarakat  yang mengalami kesulitan memperoleh air tetap mendapatkan bantuan.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari respons darurat Pemkab Bone Bolango dalam  menghadapi dampak kekeringan sekaligus menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap  terpenuhi.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
kekeringan gorontalo Gorontalo Bone Bolango krisis air bersih BPBD