Gorontalopost, SUWAWA — Target produksi PT Gorontalo Minerals (GM) kembali bergeser. Setelah sebelumnya mencuat jadwal produksi pada periode berbeda, perusahaan kini diarahkan mulai memasuki tahap produksi pada kuartal II 2027.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap target terbaru tersebut tidak kembali berubah. Namun, pemerintah menilai ada sejumlah pekerjaan yang harus dibereskan sebelum aktivitas produksi benar-benar dimulai.
Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan, Pemkab Gorontalo Kejar Implementasi Kawasan Tanpa Rokok
Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa mengatakan kepastian produksi PT GM harus berjalan bersama penyelesaian persoalan sosial, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas penambangan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan dalam RDP yang mempertemukan DPRD Bone Bolango, Pemkab Bone Bolango, Satgas Pemuda Peduli dan Pengawal Tambang serta PT Gorontalo Minerals di Ruang Rapat DPRD Bone Bolango, Rabu (16/9/2026).
Iwan menekankan, pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap investasi PT GM. Akan tetapi, dukungan tersebut tidak berarti mengabaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurut dia, konflik antara perusahaan dan penambang lokal perlu memiliki penyelesaian yang jelas sebelum perusahaan masuk ke tahap produksi. Masyarakat yang selama ini mengandalkan aktivitas pertambangan rakyat juga harus mendapatkan kepastian atas solusi yang ditawarkan.
“Pemerintah ingin ada penyelesaian yang memberikan kepastian kepada kedua pihak. Investasi harus tetap berjalan, tetapi masyarakat yang selama ini beraktivitas sebagai penambang juga perlu mendapatkan jalan keluar yang dapat diterima,” ujar Iwan.
Selain persoalan konflik, pemerintah daerah menaruh perhatian pada dampak ekonomi PT GM bagi Bone Bolango. Kehadiran perusahaan diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja lokal, bukan hanya untuk pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar.
Iwan mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja daerah agar masyarakat lokal memiliki peluang menempati posisi yang membutuhkan keahlian lebih tinggi. Hal serupa juga diharapkan berlaku bagi pelaku usaha lokal yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan.
Di sisi lain, Asisten III Setda Bone Bolango sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ichsan Budiman Wantogia menegaskan pentingnya mengantisipasi konflik sebelum perusahaan mulai beroperasi.
Baca Juga: PT Gorontalo Minerals Kembali Tebar Janji, Pasang Target Baru Produksi April 2027 ini Progresnya
Menurut Ichsan, investasi PT GM memiliki keterkaitan dengan sejumlah aspek ekonomi daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, *share profit*, PAD hingga manfaat ekonomi lain yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia meminta PT GM melakukan pemetaan terhadap potensi konflik sejak dini. Menurutnya, penyelesaian persoalan sebelum operasi akan jauh lebih penting agar investasi tidak berhadapan dengan masalah sosial ketika aktivitas produksi sudah berjalan.
“Yang harus dijaga adalah jangan sampai kegiatan investasi sudah berjalan sementara konflik sosial masih berlangsung. Potensi persoalannya perlu dipetakan dan disiapkan penyelesaiannya sejak awal,” kata Ichsan.
Pemerintah kemudian mendorong pola *collaborative governance*, yakni mempertemukan perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam satu mekanisme untuk membahas serta menyelesaikan berbagai persoalan. Pola tersebut dianggap relevan karena ribuan masyarakat disebut masih bergantung pada aktivitas pertambangan rakyat di kawasan tersebut.
Ichsan juga meminta kejelasan mengenai RKAB PT GM. Pemerintah daerah ingin mengetahui kapan dokumen tersebut akan disampaikan atau dipaparkan karena informasi itu diperlukan untuk kepentingan sinkronisasi, pengawasan dan koordinasi menjelang operasional perusahaan.
Tak kalah penting, pemerintah daerah meminta penjelasan mengenai rencana pengolahan hasil tambang. Pemkab ingin mengetahui peluang penciptaan nilai tambah di daerah, termasuk kemungkinan pengolahan lebih lanjut dilakukan secara lokal.
Mekanisme pengangkutan hasil produksi dan pengelolaan hasil tambang juga diminta diperjelas dengan mengacu pada kontrak karya serta seluruh ketentuan regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, target produksi kuartal II 2027 tidak hanya menjadi persoalan jadwal, tetapi juga diikuti kesiapan sosial, ekonomi dan tata kelola di Bone Bolango.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang