Inflasi Cabai Mengusik Bone Bolango, Iwan Mustapa Ajak Warga Sulap Pekarangan Jadi Lahan Produktif

Azis Manansang • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa saat melakukan penanaman cabai di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa.(F:Diskominfo)
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa saat melakukan penanaman cabai di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA – Pekarangan rumah kini didorong menjadi salah satu solusi menghadapi tingginya harga cabai di Kabupaten Bone Bolango. 

Pemerintah daerah mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk membudidayakan  komoditas tersebut.

Baca Juga: Kasus Guru ASN Meninggal di Tolinggula, Resmob Saronde Amankan Suami Korban

Ajakan itu mengemuka dalam gerakan penanaman cabai yang dilakukan Pemerintah  Kabupaten Bone Bolango bersama Dharma Wanita Persatuan Ekonomi dan Pembangunan  Sekretariat Daerah Bone Bolango.

Sekretaris Daerah Bone Bolango Iwan Mustapa secara langsung melakukan penanaman  cabai di Lahan Pekarangan Nila Bioflok Iswan, Kecamatan Suwawa, Jumat (25/9/2026).

Menurut Iwan, gerakan menanam cabai menjadi penting karena harga komoditas tersebut  terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu bahkan turut  berpengaruh terhadap inflasi di Bone Bolango.

“Situasi harga cabai yang meningkat perlu direspons dengan menambah produksi. Salah  satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan  lahan yang ada di sekitar rumah,” kata Iwan.

Ia menyebut produksi cabai tidak selalu membutuhkan lahan pertanian dalam skala besar.  Rumah tangga dengan pekarangan terbatas tetap dapat mengambil bagian dengan  menanam cabai sesuai kemampuan dan kondisi lahannya.

Jika gerakan tersebut dilakukan secara luas, produksi dari pekarangan rumah diharapkan  mampu menambah ketersediaan cabai lokal. Pada akhirnya, peningkatan pasokan  diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap harga di pasar.

“Semakin banyak masyarakat yang menanam, semakin besar pula peluang kita menambah  pasokan cabai dari daerah sendiri. Ini yang kita harapkan dapat membantu menjaga harga  agar lebih stabil,” ungkapnya.

Tak hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, gerakan tersebut juga membuka peluang  ekonomi bagi masyarakat.

Produksi cabai yang meningkat dapat menjadi tambahan sumber  penghasilan bagi warga maupun petani yang mengembangkan budidaya komoditas  tersebut.

Baca Juga: Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa: Mutasi Bukan Sekadar Pergantian Jabatan, Ada Target Penguatan Apa

Karena itu, Iwan berharap kegiatan penanaman cabai tidak berhenti sebagai agenda  seremonial pemerintah. Ia ingin gerakan tersebut menular kepada organisasi perempuan  lainnya hingga masyarakat di tingkat rumah tangga.

“Gerakan ini harus terus dilanjutkan dan ditiru. Organisasi perempuan maupun masyarakat  dapat mengembangkan kegiatan serupa sesuai kondisi lingkungan masing-masing,” 
tuturnya.

Iwan kembali menegaskan bahwa ukuran pekarangan bukan menjadi hambatan.  Menurutnya, ruang kecil sekalipun dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara  produktif.

“Pekarangan yang tidak terlalu luas pun tetap memiliki nilai produktif. Yang penting ada  kemauan untuk memanfaatkannya,” pungkasnya.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
Inflasi Bone Bolango sekda bone bolango harga cabai Suwawa