Gorontalopost, SUWAWA – Peningkatan akses menuju Pinogu melalui Jalan Tulabolo-Pinogu masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah.
Meski pembangunan rabat beton telah mencapai 13,178 kilometer, sebagian besar komitmen kerja sama pembangunan strategis masih harus dituntaskan.
Baca Juga: Patroli Siber Polres Boalemo Bongkar Kepemilikan Parang dan Panah Wayer oleh Dua Remaja
Kondisi tersebut terungkap dalam evaluasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Direktorat Teknis
Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (29/9/2026).
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
pembangunan strategis peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu berjalan, sekaligus memastikan pembangunan tetap sejalan dengan kepentingan konservasi.
Dari total panjang jalan 31 kilometer, sekitar 15,27 kilometer berada dalam kawasan TNBNW.
Sementara itu, berdasarkan addendum Rencana Pelaksanaan Program (RPP) 2024, peningkatan jalan di dalam program ditargetkan mencapai 24 kilometer
dengan konstruksi rabat beton selebar 2 meter. Hingga September 2026, realisasinya mencapai 13,178 kilometer.
Kerja sama yang berlaku dalam periode RPP 2017-2027 tersebut memiliki nilai komitmen Rp 26,417 miliar. Rinciannya, Rp24,899 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan Rp 1,517 miliar untuk dukungan pengelolaan kawasan.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Bupati Sofyan Puhi Minta BPBD Satu Komando Atur Distribusi Air Bersih
Dari total komitmen tersebut, realisasi sampai September 2026 baru mencapai Rp9,160 miliar atau sekitar 34 persen. Masih tersisa Rp17,257 miliar atau sekitar 66 persen yang perlu ditindaklanjuti.
Menurut Sri Mulyani, capaian pembangunan dipengaruhi berbagai kondisi. Cuaca ekstrem, tingginya harga material, karakter tanah yang labil serta keterbatasan fiskal daerah menjadi faktor yang membuat pelaksanaan program belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Meski begitu, peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat Pinogu.
Perbaikan jalur tersebut membantu membuka akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. Jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat juga menjadi lebih terbuka.
Di sisi lain, akses yang semakin baik turut membuka peluang pengembangan wisata alam. Namun, pengembangan tersebut tetap harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan kawasan TNBNW.
Sejak PKS ditandatangani pada 14 Agustus 2017, tidak hanya pembangunan jalan yang menjadi bagian dari kerja sama.
Sejumlah output lain juga telah terealisasi, seperti 16 unit portal, satu gerbang kawasan, delapan papan imbauan dan tiga kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat, termasuk pengadaan bibit serta penanaman durian.
Sementara itu, sejumlah kegiatan masih belum terlaksana hingga September 2026.
Program tersebut mencakup pelatihan masyarakat untuk mendukung perlindungan kawasan, pembangunan dua menara pengawas, pemeliharaan sarana dan prasarana,
pembangunan pagar, koridor dan perlintasan satwa, rehabilitasi ekosistem seluas 10 hektare, serta monitoring dan evaluasi.
Baca Juga: Dari Boalemo ke Jakarta, Sulaman Karawo Bersinar di Fashion Show Kriya Nusa 2026
Karena itu, hasil evaluasi mengarah pada rekomendasi perpanjangan kerja sama dengan sejumlah pembenahan.
Ruas jalan yang menjadi objek kerja sama nantinya perlu dipastikan hanya yang berada di dalam kawasan TNBNW.
Kejelasan hak dan kewajiban masing-masing pihak juga menjadi perhatian. Program lanjutan perlu dilengkapi indikator keberhasilan dan sistem monitoring yang dapat mengukur pencapaian secara berkala.
Pemkab Bone Bolango juga diminta memberikan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan seluruh komitmen serta memastikan dukungan anggaran untuk pengelolaan kawasan, terutama kegiatan yang berkaitan dengan bidang kehutanan.
Seluruh hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada Direktur Jenderal KSDAE. Laporan itu menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan perpanjangan PKS peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang