Jalan Tulabolo-Pinogu di TNBNW Dievaluasi, Baru 13,178 Km dari Target 24 Km

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:41 WIB

 

Evaluasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Direktorat Teknis 
Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting.(F:Diskominfo)
Evaluasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Direktorat Teknis Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA – Peningkatan akses menuju Pinogu melalui Jalan Tulabolo-Pinogu masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah. 

Meski pembangunan rabat beton telah mencapai 13,178 kilometer, sebagian besar komitmen kerja sama pembangunan strategis masih harus dituntaskan.

Baca Juga: Patroli Siber Polres Boalemo Bongkar Kepemilikan Parang dan Panah Wayer oleh Dua Remaja

Kondisi tersebut terungkap dalam evaluasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bone  Bolango, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Direktorat Teknis 

Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), yang berlangsung secara hybrid  melalui Zoom Meeting, Selasa (29/9/2026).

Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menyampaikan bahwa  evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 

pembangunan strategis peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu berjalan, sekaligus memastikan  pembangunan tetap sejalan dengan kepentingan konservasi.

Dari total panjang jalan 31 kilometer, sekitar 15,27 kilometer berada dalam kawasan  TNBNW. 

Sementara itu, berdasarkan addendum Rencana Pelaksanaan Program (RPP)  2024, peningkatan jalan di dalam program ditargetkan mencapai 24 kilometer 

dengan konstruksi rabat beton selebar 2 meter. Hingga September 2026, realisasinya mencapai  13,178 kilometer.

Kerja sama yang berlaku dalam periode RPP 2017-2027 tersebut memiliki nilai komitmen  Rp 26,417 miliar. Rinciannya, Rp24,899 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan  Rp 1,517 miliar untuk dukungan pengelolaan kawasan.

Baca Juga: Kekeringan Meluas, Bupati Sofyan Puhi Minta BPBD Satu Komando Atur Distribusi Air Bersih

Dari total komitmen tersebut, realisasi sampai September 2026 baru mencapai Rp9,160  miliar atau sekitar 34 persen. Masih tersisa Rp17,257 miliar atau sekitar 66 persen yang  perlu ditindaklanjuti.

Menurut Sri Mulyani, capaian pembangunan dipengaruhi berbagai kondisi. Cuaca  ekstrem, tingginya harga material, karakter tanah yang labil serta keterbatasan fiskal daerah  menjadi faktor yang membuat pelaksanaan program belum sepenuhnya berjalan sesuai  harapan.

Meski begitu, peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat Pinogu. 

Perbaikan jalur tersebut membantu membuka akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. Jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat juga menjadi lebih terbuka.

Di sisi lain, akses yang semakin baik turut membuka peluang pengembangan wisata alam.  Namun, pengembangan tersebut tetap harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan  kawasan TNBNW.

Sejak PKS ditandatangani pada 14 Agustus 2017, tidak hanya pembangunan jalan yang  menjadi bagian dari kerja sama. 

Sejumlah output lain juga telah terealisasi, seperti 16 unit portal, satu gerbang kawasan, delapan papan imbauan dan tiga kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat, termasuk pengadaan bibit serta penanaman durian.

Sementara itu, sejumlah kegiatan masih belum terlaksana hingga September 2026. 

Program tersebut mencakup pelatihan masyarakat untuk mendukung perlindungan  kawasan, pembangunan dua menara pengawas, pemeliharaan sarana dan prasarana, 

pembangunan pagar, koridor dan perlintasan satwa, rehabilitasi ekosistem seluas 10  hektare, serta monitoring dan evaluasi.

Baca Juga: Dari Boalemo ke Jakarta, Sulaman Karawo Bersinar di Fashion Show Kriya Nusa 2026

Karena itu, hasil evaluasi mengarah pada rekomendasi perpanjangan kerja sama dengan  sejumlah pembenahan. 

Ruas jalan yang menjadi objek kerja sama nantinya perlu dipastikan hanya yang berada di dalam kawasan TNBNW.

Kejelasan hak dan kewajiban masing-masing pihak juga menjadi perhatian. Program  lanjutan perlu dilengkapi indikator keberhasilan dan sistem monitoring yang dapat  mengukur pencapaian secara berkala.

Pemkab Bone Bolango juga diminta memberikan surat pernyataan kesanggupan  melaksanakan seluruh komitmen serta memastikan dukungan anggaran untuk pengelolaan  kawasan, terutama kegiatan yang berkaitan dengan bidang kehutanan.

Seluruh hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada Direktur Jenderal KSDAE.  Laporan itu menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan perpanjangan PKS  peningkatan Jalan Tulabolo-Pinogu.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
Bone Bolango Tulabolo Pinogu Gorontalo jalan evaluasi