Gorontalopost, TILONGKABILA — Sembilan desa di Kecamatan Kabila Bone kini mendapat perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Kawasan yang dikenal memiliki potensi wisata tersebut diproyeksikan menjadi titik awal perubahan pola pembangunan perdesaan dengan menggabungkan potensi wisata, ekonomi masyarakat, hingga peluang investasi.
Kecamatan Kabila Bone dipilih sebagai model awal pembangunan kawasan perdesaan sebelum konsep serupa diterapkan di wilayah lain.
Gagasan itu disampaikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat membuka Sosialisasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan di Naffil Cafe dan Resto, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Bantuan BBM Gratis Berlanjut, 971 Pengemudi Bentor dan Ojek di Kabupaten Gorontalo Jadi Sasaran
Dalam kegiatan tersebut, Ismet hadir bersama Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa, Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile, Kepala Bappeda Litbang Sri Mulyani Lalijo, jajaran OPD dan sejumlah unsur terkait.
Bagi Ismet, potensi pariwisata menjadi alasan utama Kabila Bone layak dijadikan lokasi awal.
Olele dan berbagai kawasan wisata lainnya dinilai memiliki kekuatan yang jika dikelola secara terpadu dapat menciptakan efek berantai bagi ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa pembangunan perdesaan tidak harus dimulai secara seragam dari seluruh kecamatan.
Pemerintah akan terlebih dahulu mengembangkan kawasan yang memiliki potensi besar, membangun polanya, kemudian menjadikan hasil tersebut sebagai pembelajaran untuk diterapkan di wilayah lain.
Karena itu, Ismet menginginkan potensi wisata Kabila Bone tidak berhenti pada sektor pariwisata semata.
Baca Juga: Sofyan Puhi Sentil OPD Gorontalo, Jangan Biarkan Tekanan Fiskal Bikin Pelayanan Stagnan
Pengembangan kawasan harus mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk bergerak secara ekonomi sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk masuk dan berinvestasi.
Di sisi lain, ia meminta OPD tidak menjadikan sosialisasi sekadar agenda seremonial.
Setiap pejabat diharapkan menyumbangkan pemikiran berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing untuk menyempurnakan rancangan pembangunan kawasan.
Ismet juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan sektor swasta. Menurutnya, pembangunan kawasan membutuhkan sumber pembiayaan yang lebih luas sehingga tidak hanya bergantung pada APBD dan APBN.
Dunia usaha, terutama pengusaha lokal, didorong ikut mengambil bagian dalam pengembangan Kabila Bone
agar kawasan ini dapat tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus menjadi contoh pembangunan perdesaan bagi kecamatan lainnya di Bone Bolango.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang