Gorontalopost, KABILA BONE — Produk UMKM Bone Bolango mulai memiliki ruang untuk dikenal di luar daerah.
Namun, Ketua TP PKK Bone Bolango Ruwaida Ismet Mile mengingatkan peluang pasar tersebut harus diikuti kemampuan pelaku usaha mempertahankan kualitas produk.
Baca Juga: Boalemo Butuh Ribuan Hunian, Rum Pagau Minta Data Perumahan Akurat dari Desa
Ruwaida menyampaikan hal itu saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan
Pengetahuan dan Keterampilan Perempuan dalam Pengelolaan UMKM
Menuju Kemandirian yang dilaksanakan PKK Kecamatan Botupingge di Villa Pasir Panjang, Kecamatan Kabila Bone, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM.
Banyak usaha mikro hingga kecil tumbuh dari tangan perempuan sehingga peningkatan kapasitas mereka menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
Namun, kata Ruwaida, tantangan tidak berhenti ketika sebuah produk mulai dikenal.
Justru saat pelanggan semakin banyak, pelaku UMKM harus semakin disiplin
mempertahankan rasa, mutu dan jumlah produk.
“Jangan karena pesanan mulai banyak kemudian bahan dikurangi atau kualitas diturunkan.
Konsumen datang karena percaya dengan produk kita. Kalau kualitas berubah,
kepercayaan itu bisa hilang,” kata Ruwaida.
Ia menilai konsistensi menjadi modal penting agar produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi mampu bertahan ketika masuk ke pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Dari Pelatihan ke Penghasilan, Ismet Mile Minta Perempuan UMKM Bone Bolango Tak Berhenti Belajar
Salah satu produk yang dicontohkannya adalah bageya berbahan tepung pisang yang telah masuk Galeri Dekranasda Bone Bolango.
Produk tersebut menawarkan karakter berbeda dibandingkan bageya berbahan sagu yang lebih umum ditemukan.
Ruwaida bahkan turut membawa dan memperkenalkan bageya tepung pisang dalam berbagai kegiatan di luar Bone Bolango.
Cara tersebut dilakukan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang pasar baru.
“Bageya tepung pisang ini memiliki ciri khas tersendiri. Ketika masyarakat dari luar daerah tertarik dan menyukai rasanya, mereka bisa memesan dan produk tersebut kita siapkan dari Bone Bolango,” ujarnya.
Selain bageya, kerawang dan kopi Pinogu juga menjadi produk lokal yang mendapat ruang promosi melalui Galeri Dekranasda. Kopi Pinogu bahkan telah menarik perhatian
konsumen dari luar daerah, meski produksi dan persediaannya masih terbatas.
Bagi Ruwaida, permintaan dari luar daerah merupakan sinyal bahwa produk UMKM Bone Bolango memiliki peluang berkembang.
Tetapi peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dan kemampuan menjaga mutu.
Tak hanya mengembangkan produk yang sudah ada, TP PKK Bone Bolango juga
menyiapkan pelatihan kerawang ikat bagi anak-anak putus sekolah.
Pelatihan ini diarahkan untuk mempertahankan keterampilan kerajinan lokal sekaligus membuka jalan bagi generasi muda mengembangkan keterampilan menjadi sumber penghasilan.
Baca Juga: Mata Membengkak Parah, Warga Gandasari Ini Dapat Penanganan Setelah Dijenguk Sofyan Puhi
Ruwaida juga meminta kader PKK desa tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi ikut mendampingi UMKM di wilayah masing-masing.
Pendampingan dapat mencakup pengelolaan keuangan, akses permodalan hingga pengembangan usaha.
Ia berharap pemberdayaan UMKM perempuan mampu melahirkan pelaku usaha yang tidak bergantung pada bantuan, mampu menjaga kualitas dan siap menangkap peluang pasar di luar Bone Bolango.
“Target kita bukan sekadar menambah jumlah UMKM. Kita ingin perempuan memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri,
menjaga kepercayaan pelanggan dan mampu membawa produk lokal ke pasar yang lebih luas,” tutup Ruwaida.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang