Gorontalopost, BONEPANTAI – Papan bertuliskan “jatah Pertalite habis” menjadi gambaran kondisi di SPBU Bilungala, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Selama sekitar empat bulan, warga mengaku tak bisa membeli Pertalite di SPBU yang berada di Jalan Trans Sulawesi tersebut karena stoknya tidak lagi tersedia.
Baca Juga: Mutasi 199 Personel Polri, Budhi Batara Pratidina Dipercaya Pimpin Polresta Gorontalo Kota
Saat dilakukan pemantauan pada Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 Wita, suasana SPBU terlihat relatif sepi.
Pengendara yang datang untuk mengisi bahan bakar hanya dilayani dengan BBM jenis Pertamax.
Sementara itu, Pertalite yang dibutuhkan sebagian masyarakat tidak dapat diperoleh di lokasi tersebut.
Bagi warga, kondisi ini bukan lagi persoalan sesaat. Iswan, salah seorang warga setempat,
mengungkapkan bahwa kekosongan Pertalite sudah berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
Ia berharap ada kepastian mengenai pasokan BBM tersebut, mengingat
masyarakat membutuhkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Menurut Iswan, tulisan yang menyebut jatah Pertalite telah habis semakin memperkuat keluhan warga tentang tidak tersedianya BBM tersebut.
Ia mempertanyakan kondisi yang berlangsung berbulan-bulan itu dan berharap persoalan distribusi segera mendapatkan perhatian.
Baca Juga: Bupati Rum Pagau Minta Kader Kesehatan Aktif Dampingi Warga, Pelayanan Dasar Desa Jadi Perhatian
Manager SPBU Bilungala, Maya Podungge, mengonfirmasi bahwa Pertalite memang tidak tersedia.
Ia menjelaskan, pihak SPBU memperoleh informasi dari PT Pertamina Patra
Niaga Fuel Terminal Gorontalo bahwa alokasi Pertalite untuk SPBU Bilungala telah habis.
Pasokan terakhir, kata Maya, masuk pada 14 Juli 2026. Artinya, hingga 10 Oktober 2026, SPBU tersebut telah melewati hampir tiga bulan penuh
sejak pengiriman terakhir dan berada dalam kondisi kosong selama sekitar empat bulan menurut keterangannya.
Maya turut menjelaskan bahwa SPBU Bilungala termasuk kategori SPBU Kompak yang melayani kebutuhan BBM dalam skala kecil.
Namun, penjelasan mengenai habisnya jatah belum menjawab kapan Pertalite akan kembali tersedia.
Warga pun masih menunggu kepastian distribusi agar tidak terus menghadapi kesulitan mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasokan berikutnya dalam
keterangan yang diterima.(Ris/Mg-02).