Gorontalopost, MANADO – Keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan atau kegiatan yang terlaksana.
Lebih dari itu, setiap program harus memiliki capaian yang jelas, tepat sasaran, dan
benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Tito Karnavian Lantik Putra Gorontalo Yusharto Huntoyungo sebagai Wakil Rektor IPDN
Untuk memastikan hal tersebut, kemampuan aparatur dalam mengendalikan dan
mengevaluasi pembangunan menjadi kebutuhan penting.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bone
Bolango, Sri Mulyani Lalijo, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah di Aryaduta Hotel Manado, Selasa (13/10/2026).
Melalui kegiatan tersebut, aparatur pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam menilai kesesuaian antara perencanaan, target kinerja, dan hasil pelaksanaan program.
Sri Mulyani menilai, pengendalian dan evaluasi tidak seharusnya dipandang sebatas
kewajiban administratif.
Proses ini memiliki peran strategis untuk mengetahui sejauh mana pembangunan berjalan sesuai rencana, mengungkap persoalan yang muncul,
serta menentukan perbaikan yang diperlukan agar pelaksanaan program berikutnya menjadi lebih baik.
Ia menjelaskan, aparatur perlu memahami bahwa setiap target pembangunan harus
didukung indikator yang terukur dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan begitu, pemerintah daerah dapat mengetahui bagian program yang sudah berjalan baik maupun aspek yang masih membutuhkan pembenahan.
Baca Juga: Dari Kasi PMD Tilamuta Gorontalo hingga Dirjen Bina Pemdes, Perjalanan Panjang Bernhard Rondonuwu
Hasil evaluasi pun dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah strategis selanjutnya.
Untuk memperkuat kemampuan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran tentang kebijakan dan mekanisme pengendalian serta evaluasi pembangunan, pengukuran capaian program, identifikasi kendala, dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut.
Pembekalan juga dilakukan melalui diskusi, sesi tanya jawab, serta praktik penginputan data pengendalian dan evaluasi menggunakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Sri Mulyani berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam
pelaksanaan tugas di masing-masing perangkat daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data dan ketepatan analisis pembangunan.
Ia menekankan pentingnya aparatur yang kompeten serta evaluasi yang berkesinambungan agar pembangunan tidak sekadar terlaksana di atas kertas,
tetapi mampu menghasilkan program yang efektif, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bone Bolango.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang