Gorontalopost, SUWAWA – Keterlambatan pembayaran honor tenaga kesehatan dan sopir ambulans menjadi persoalan yang perlu dijawab melalui penjelasan administratif dan evaluasi instansi terkait.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pun mempertanyakan narasi akun Buheli Gorontalo yang menghubungkan persoalan tersebut dengan dugaan unggahan Instagram Story Yayu Avia di Jakarta.
Baca Juga: Jelang RUPS BSG di Manado, Kepala Daerah Gorontalo Dorong Putra Lokal Masuk Jajaran Pengurus
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bone Bolango, Ichsan
Budiman Wantogia, mengatakan dua persoalan itu tidak seharusnya dicampuradukkan tanpa bukti hubungan langsung.
Budi, sapaan akrabnya, menilai pembahasan mengenai hak tenaga kesehatan dan sopir ambulans perlu diarahkan pada penyebab keterlambatan,
mekanisme penganggaran, serta proses administrasi yang menjadi tanggung jawab instansi terkait.
Ia mempertanyakan dasar pengaitan aktivitas pribadi istri Bupati Ismet Mile dengan
pembayaran honor para pekerja.
Menurut Budi, jika tidak ada bukti yang menghubungkan keduanya, narasi semacam itu berisiko membentuk kesimpulan di ruang publik sebelum persoalan utama benar-benar diperiksa.
Ia mengingatkan agar perhatian masyarakat tidak teralihkan dari upaya mencari penyebab dan solusi atas keterlambatan pembayaran.
Budi menegaskan bahwa Pemkab Bone Bolango tidak menutup diri terhadap kritik.
Masukan masyarakat mengenai kinerja pemerintahan, termasuk soal honor yang belum dibayarkan tepat waktu, tetap perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: Bupati Sofyan Puhi Dorong PUG Berdampak Nyata bagi Perempuan dan Laki-Laki
Namun, ia meminta kritik disampaikan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyasar persoalan yang tepat,
bukan menjadikan urusan pribadi bupati beserta keluarganya sebagai sasaran.
Ia juga menunjuk penjelasan Kepala Dinas Kesehatan yang telah dimuat sejumlah media sebagai bahan penting untuk menilai persoalan tersebut.
Keterangan itu, menurutnya, perlu dicermati agar penyebab keterlambatan dapat ditelusuri dan penyelesaian pembayaran honor bisa didorong secara konkret.
Budi berharap pengelola akun Buheli Gorontalo turut membaca penjelasan tersebut sehingga diskusi publik lebih berfokus pada fakta dan jalan keluar.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang