Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Film Gorontalo Tembus JAFF 2025, Thirteen Missing Books Angkat Luka Reformasi 1998

Azis Manansang • Kamis, 4 Desember 2025 | 23:34 WIB

 

Tangkapan layar  film Thirteen Missing Books.(F:ist)
Tangkapan layar film Thirteen Missing Books.(F:ist)

Gorontalopost, GORONTALO -Dunia perfilman daerah kembali mencatat prestasi membanggakan di level nasional.

Film pendek karya sineas muda Gorontalo berjudul Thirteen Missing Books resmi diputar di ajang bergengsi.

Baca Juga: Kepala BKN Sebut Enam Juta ASN Jadi Mesin Utama Wujudkan Asta Cita Presiden

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025, yang digelar di Studio XXI Empire, Yogyakarta.

Dikutif dari sejumlah sumber, Film ini merupakan karya sutradara muda Sandi Nteya dari rumah produksi Humine Pictures.

Diproduksi sejak 2024, film ini berani mengangkat sejarah kelam reformasi 1998.

Melalui pendekatan simbolik yang jauh dari penggambaran peristiwa secara vulgar.

Cerita berpusat pada tokoh Simon, seorang mahasiswa pecinta buku yang menyimpan tiga belas koleksi paling berharga dalam hidupnya.

Hidupnya berubah saat seorang anak misterius yang dijuluki “Pemangsa Buku”

Baca Juga: Nasib Pendamping Koperasi Gorontalo Terpinggirkan dari PPPK, DPRD Pertaruhkan di Kementerian

Satu per satu menghilangkan buku-buku tersebut, memicu gejolak batin dan konflik psikologis yang semakin dalam.

Dalam forum diskusi usai pemutaran, Sandi menjelaskan bahwa gagasan film ini lahir dari perenungan panjang sejak masa kuliah.

“Isu yang kami angkat adalah tragedi nasional. Ide ini mulai saya kembangkan sejak riset akademik tentang HAM dan peristiwa 1998,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tiga belas buku yang “dimakan” dalam film tersebut merupakan simbol dari tiga belas aktivis yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Penayangan di JAFF 2025 pun menjadi tonggak penting bagi perfilman Gorontalo

Untuk semakin diperhitungkan di panggung nasional.(MG-02)

Editor : Azis Manansang
#film #Gorontalo #tragedi 1998 #film pendek indonesia #JAFF 2025 #perfilman nasional