Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Penjagub Ismail Ungkap ke Sespimti Dikreg ke-32, Kendala Transportasi Pengembangan Potensi Gula Aren

Azis Manansang • Rabu, 26 Juli 2023 | 22:49 WIB

salah satu potensi yang di hutan Gorontalo ini adalah pohon aren(hms-Kmfo)
salah satu potensi yang di hutan Gorontalo ini adalah pohon aren(hms-Kmfo)


Gorontalopost.id,          GORONTALO – Pohon aren salah satu potensi yang ada di hutan Gorontalo menarik perhatian peserta didik Sespimti Dikreg ke-32.

Hal itu terungkap saat pertemuan dengan Penjabat Gubernur Ismail Pakaya di Aula Dulohupa, Kantor Gubernuran, Selasa
(26/07/2023).

Baca Juga: Tertibkan 400 Koperasi Wali Kota Marten Taha Diganjar Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi Tingkat Madya Tahu

Saat itu peserta bertanya bagaimana potensi aren Gorontalo dimanfaatkan, diolah dan menghasilkan keuntungan ekonomi.

Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya saat menyerahkan cenderamata kepada Brigjen Pol Iswahyudi pada penerimaan peserta   didik Sespimti Dikreg ke-32 Tahn  2023 dalam rangka kegiatan Praktik Kerja
Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya saat menyerahkan cenderamata kepada Brigjen Pol Iswahyudi pada penerimaan peserta didik Sespimti Dikreg ke-32 Tahn 2023 dalam rangka kegiatan Praktik Kerja

“Kemarin kami di Polda mendapatkan informasi bahwa salah satu potensi yang di hutan Gorontalo ini adalah pohon aren.

Selama ini menjadi permasalahan di Gorontalo Manado dan sekitarnya termasuk Makassar.

Baca Juga: Wanita Asal Bone Bolango Gorontalo Ditemukan Tewas Mengenaskan di Tabanan Bali, Polisi Cari Keluarga

Pohon aren menimbulkan masalah ketika niranya di suling menjadi alkohol dan itu menjadi potensi gangguan kamtibmas,” ungkap peserta Sespimti Yulianto.

Menjawab pertanyaan ini, Penjagub Ismail menjelaskan di Provinsi Gorontalo sendiri, minuman keras tradisional dari nira pohon aren atau dikenal cap tikus ini.

Memang sering masuk di Gorontalo namun sering juga disita. Selain memang tidak dilegalkan, hal ini juga
bertentangan dengan budaya Gorontalo sendiri.

Baca Juga: Bertambah 22 Kasus, Persoalan Asmara Diduga Jadi Motif Korban Bunuh Diri di Dungingi

Selanjutnya Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya, Politik, dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan ini menambahkan.

Gorontalo lebih dikenal dengan produksi gula aren murni. Permasalahannya ialah mahalnya transportasi untuk ekspor ke luar daerah.

“Pasaran lokal itu agak sulit, kalau kita bawa ke Jawa mungkin harganya bisa meningkat tapi tranportasi dari sini itu mahal.

Baca Juga: Tertibkan 400 Koperasi Wali Kota Marten Taha Diganjar Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi Tingkat Madya Tahu

Oleh karena itu, kemarin saya rapat dengan Kadis Perhubungan bersama balai terkait, saya minta Tol laut itu sampai Surabaya. Sekarang Tol laut kita itu hanya sampai Makassar,” jelas Ismail.

Mendorong hal tersebut, Penjagub Ismail telah meminta Dinas Perhubungan bersama balai terkait agar Tol laut yang ada di Gorontalo bisa sampai ke Tol laut di Surabaya.

Minimal masuk Tanjung Pinang agar mengurangi biaya transportasi.

Baca Juga: Gorontalo Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Himbauan ke Masyarakat

Para industri juga terus berinovasi dengan membuat gula aren cair. Sehingga lebih praktis dan tidak membutuhkan banyak biaya.

Pada tahun 2022, sebanyak 500 ton gula aren asal Gorontalo juga diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gula aren produksi Dulamayo Selatan juga sudah diekspor ke berbagai negara di antaranya Belanda dan Turki.

Produksi gula aren ini dengan dua merek yakni Aren Go untuk pasar nasional serta Manembo Organik Palm Sugar untuk pasar internasional.(Mg-02/Kmfo)

Editor : Azis Manansang
#Sespimti #gula aren #CAP TIKUS