GORONTALOPOST - Tertangguhnya Permintaan Kendaraan Listrik di Indonesia, Pemerintah Diminta Secepatnya Melakukan Evaluasi
Kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil, yang diharapkan oleh masyarakat ternyata mengalami pertumbuhan permintaan yang lambat di Indonesia.
Kendaraan listrik ini kurang diminati oleh masyarakat, dengan alasan beberapa faktor, seperti ketidakpastian ketersediaan stasiun pengisian daya dan biaya pemeliharaan jangka panjang yang tinggi.
Price Waterhouse Coopers (PwC) Indonesia, sebuah lembaga riset, menyatakan bahwa salah satu alasan kurangnya minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik adalah kekhawatiran mereka terhadap ketersediaan stasiun pengisian daya yang masih terbatas, baik untuk mobil maupun sepeda motor.
Hal ini menekankan pentingnya infrastruktur pengisian daya yang merata untuk mengatasi kekhawatiran konsumen.
Hendra Lie, PwC Indonesia Automotive Leader, mengungkapkan bahwa para pemimpin industri dan pembuat kebijakan sedang mempersiapkan masa depan di mana kendaraan listrik yang ramah lingkungan akan memainkan peran utama di pasar otomotif.
Kendaraan listrik, yang dikenal sebagai kendaraan ramah lingkungan, memiliki mesin yang lebih tenang dan telah dilengkapi dengan teknologi inovatif.
Ada juga tiga fitur utama EV yang tidak bisa ditiru oleh kendaraan berbahan bakar fosil.
Baterai solid-state sedang dikembangkan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen yang ingin melakukan perjalanan jauh.
Baterai tersebut dirancang dengan waktu pengisian ulang yang lebih cepat, serta inovasi dalam pengisian daya nirkabel untuk meningkatkan fleksibilitas dan mendukung penggunaan kendaraan otonom.
Untuk memberikan gambaran tentang kesiapan konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik, PwC Indonesia merilis Indonesia Electric Vehicle Consumer Survey 2023.
PwC juga menyatakan bahwa kesadaran konsumen Indonesia tentang kendaraan ramah lingkungan mungkin dapat ditingkatkan lebih lanjut.
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Moeldoko, mengungkapkan bahwa saat ini realisasi pemanfaatan subsidi atau bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik juga berjalan lambat.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya evaluasi oleh Kementerian terkait sehingga ekosistem elektrifikasi di dalam negeri dapat segera ditingkatkan dan produksi kendaraan listrik dapat mencapai potensinya kembali. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey