Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Komisi II DPRD Gorontalo Tinjau Kesiapan Ekspor 25 Ribu Ton Jagung, Dorong CSR untuk Anak Petani

Azis Manansang • Rabu, 11 Juni 2025 | 04:04 WIB

 

Komisi II DPRD Provinsi  (Deprov) Gorontalo melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke sejumlah pabrik pengolahan jagung.(F:Hms)
Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke sejumlah pabrik pengolahan jagung.(F:Hms)

Gorontalopost, GORONTALO – Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke sejumlah pabrik pengolahan jagung di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan ekspor jagung dalam jumlah besar yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.

Baca Juga: Razia Malam Polsek Tapa, Cap Tikus Disita, Enam Remaja Misterius Diamankan

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas di PT Harim Pramsco Gorontalo dan PT Pangan Lestari di Desa Putiana, Kecamatan Gorut.

Fokus utama kunjungan ini adalah memantau ketersediaan stok dan proses pembelian jagung menjelang ekspor 25 ribu ton komoditas unggulan tersebut.

“Kami ingin memastikan proses ekspor ini benar-benar berjalan sesuai target.

Dari hasil pengamatan kami di lapangan, stok jagung yang disiapkan perusahaan sudah sangat memadai,” ujar Ketua Komisi II DPRD, Mikson Polihu.

Tak hanya itu, para legislator juga memberikan apresiasi atas kesiapan sejumlah perusahaan.

Baca Juga: Polsek Botumoito dan TNI Sigap Amankan Lokasi Longsor di Jalan Trans Sulawesi

Seperti PT Harim Pramsco Gorontalo dan PT Charoen Pokphand Indonesia yang dinilai sudah siap dari sisi teknis maupun logistik.

“Alhamdulillah, perusahaan menyatakan stok jagung 25 ribu ton bisa dipenuhi. Ini langkah positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Mikson.

Namun demikian, dalam pertemuan tersebut juga mencuat sejumlah aspirasi dari pihak perusahaan.

Salah satunya mengenai harga jagung yang mengalami penurunan akibat kondisi pasar ekspor yang lesu.

“Kami mencatat adanya penurunan harga yang dikeluhkan perusahaan. Oleh karena itu, kami mendorong agar dana CSR perusahaan.

Dapat dialokasikan untuk membantu anak-anak petani, terutama dalam hal biaya pendidikan,” tutup politisi dari Partai NasDem itu.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#csr perusahaan #Gorontalo #kunker DPRD #DPRD Gorontalo #JAGUNG #amran sulaiman #DEPROV GORONTALO #ekspor jagung #komisi ii dprd #petanijagung #PT Charoen Pokphand