Gorontalopost.id, KWANDANG – Seorang pelajar di Gorontalo Utara bernama Mentari Mahmud (11) tersengat arus listrik bertegangan tinggi pada pelaksanaan pembukaan gebyar UMKM di Gorontalo Utara, belum lama ini.
Anak dari Erna Blongkod yang duduk dibangku kelas 6 SDN 8 Molingkapoto, Kabupaten Gorontako Utara harus dilarikan ke Rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Penjabup Boalemo Sherman Moridu Minta KORPRI Semangat Bekerja dan Melayani Masyarakat
Dihimpun dari sejumlah sumber, awal kejadiannya anak tersebut tengah bermain di salah satu jenis fasilitas Taman Ceria, di RTH berbentuk seperti rumah dan terbuat dari besi yang terletak dibelakang panggung.
Pada sekitar pukul 21.30 Wita, di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dengan cepat dipadati oleh para pengunjung, hingga membuat suasana langsung mencekam dan menjadi pusat perhatian warga.
Saat itu korban tidak mengetahui, bahwa diatas objek mainan tersebut, terdapat kabel listrik terkelupas bertegangan tinggi melintasi di pohon yang berada pada lokasi tersebut.
Baca Juga: Pemkab-DPRD Pohuwato Sepakat Tak Merumahkan Honorer 2024
Kemudian para pengunjung secara kasat mata melihat gadis tersebut, saat memanjat pohon dan tanpa disengaja menyentuh kabel listrik yang terkelupas itu.
Menurut warga dan pengunjung, saat itu Mentari langsung tersengat aliran listrik bertegangan tinggi dan sempat tergantung sekitar 2 menit lamanya.
Saat itu pula dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pengunjung untuk menyelamatkan Mentari dengan menggunakan perlatan seadanya.
Alhasil dari pertolongan itu, Mentari langsung dilarikan ke Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (RS-ZUS) untuk mendapatkan penanganan oleh tim medis.
Saat ini Mentari masih terbaring lemah di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan mengalami luka bakar ditangan sebelah kiri dan diantara jarinya ada luka bakar sekitar 0,5 cm.
Baca Juga: 35 Tersangka Kasus Pembakaran Kantor Bupati Pohuwato Tahanan Kejaksaan
Erniman Blongkod, orang tua dari Mentari saat diwawancarai mengatakan, dirinya meminta kepada pihak panitia bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
“Anak saya masih rasa takut, trauma bahkan badannya tidak bisa disentuh. Saya selaku orang tua berharap kepada panitia untuk bisa bertanggungjawab pada anak saya,” ujar Erniman Blongkod dengan kelihatan wajah bersedih.
Baca Juga: Luncurkan Website Desa Meranti Bone Bolango Gorontalo Menuju Desa Digital
Sementara itu Marzuki Tome, yang merupakan panitia penyelenggara dan mewakili pemerintah daerah langsung merespon positif apa yang diharapkan oleh orang tua Mentari.
Atas nama pemerintah daerah dirinya menyampaikan untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas peristiwa yang dialami oleh Mentari.
“Tentu, saya atas nama pemerintah daerah dan juga selaku panitia penyelenggara bertanggungjawab sampai adik ini sembuh total,” tandasnya.(Inong).
Editor : Azis Manansang