Gorontalopost, KWANDANG - Kabupaten Gorontalo Utara merupakan penyumbang utama Indeks Perkembangan Harga (IPH) dan masuk pada urutan kelima kenaikan IPH tertinggi dari 10 daerah di Indonesia.
Hal ini berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi, bahwa pada minggu pertama dan kedua.
Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Ayis Yusuf , membenarkan hal ini.
Baca Juga: Satu Jam Lebih Penjagub Gorut Sila Botutihe Paparkan Kinerja di Kemendagri
"Jika sebelumnya Gorontalo Utara termasuk pada 10 daerah penurunan IPH tertinggi.
Maka pada bulan Maret di minggu pertama dan kedua menjadi urutan kelima dengan kenaikan IPH tertinggi mencapai 8,49 persen," ungkap Ayis Yusuf, belum lama ini.
Ayis Yusuf mengatakan, perubahan itu disebabkan oleh pasokan komoditas harga tertinggi, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur dan cabe.
Baca Juga: Safari Ramadan di Popayato, Wabup Suharsi Igirisa Serahkan Paket Sembako
Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya.
Dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menghadapi bulan suci Ramadan 1445 dan sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.
"Beberapa hal yang akan dan telah dilakukan diantaranya Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara kerjasama dengan Dinas Pangan Provinsi.
Baca Juga: Tempat Hiburan Ditutup Pemda Selama Ramadan, Ketua DPRD Warning Agar Tak Kecolongan
Bulog Gorontalo dan Rumah Pangan Kita (RPK) serta badan usaha lainnya telah melakukan penjualan komoditas berupa beras SPHT) yang dijual dengan harga Rp52.000 per 5 kg," tandas Asisten II.
Rakor yang berlangsung di Ruang Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika itu juga dihadiri oleh OPD terkait. (Inong/Kmfo).
Editor : Azis Manansang