Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Disnakertrans Gorut Akui Dua Teduga Pelaku Penipuan Miliaran Sebagai Staf Bantah Intansinya Terlibat Program Bantuan

Azis Manansang • Selasa, 30 Juli 2024 | 21:01 WIB

 

Kepala Disnakertrans Gorontalo Utara, Felmy Ahmad Biahimo Amu. (F:ist).
Kepala Disnakertrans Gorontalo Utara, Felmy Ahmad Biahimo Amu. (F:ist).


Gorontalopost, KWANDANG - Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Kepala Disnakertrans Gorontalo Utara, Felmy Ahmad Biahimo Amu.

Mengaku dua terduga pelaku penipuan miliaran rupiah Dela dan Nana merupakan ASN di Disnakertrans Gorontalo Utara.

“Mereka pegawai di sini YO alias Dela merupakan Staff kami, sementara NN alias Nana adalah ASN Fungsional Pengantar Kerja,” ungkap Kadis saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Banjir Masih Bertahan di Pemukiman Warga di Sepandan Danau Limboto

Namun menyangkut program bantuan dari Kemenaker yang di pegang kedua stafnya tersebut, Felmy menegaskan tidak pernah ada di Disnakertrans Kabupaten Gorontalo Utara.

“Itu sama sekali tidak ada keterkaitan dinas dan dinas sama sekali tidak mengetahui,” ucapnya.

Bahkan menurut Felmy akibat perbuatan kedua stafnya tersebut, selaku kepala dinas.

Sudah beberapa kali memenuhi panggilan kepolisian baik Polres Gorontalo Utara sebanyak satu kali, dan Dirkrimsus Polda Gorontalo sebanyak dua kali panggilan.

Baca Juga: Bawaslu Provinsi Gorontalo Temukan 7000 Pemilih Lakukan Perubahan Data Saat Coklit Pilkada 2024

"Bahkan Bulan Juni lalu Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan perna mengundang kami untuk dimintai keterangan soal staf yang diduga melakukan penipuan.

Namun karena keterbatasan biaya kami tidak bisa penuhi,"ungkapnya.

Felmy menjelaskan saat pemeriksaan Disnakertrans Gorontalo Utara tidak mengetahui persoalan penipuan tersebut.

Baca Juga: Sejumlah Penambang Ilegal Ditangkap Tim Gabungan Gakkum dan DLHK

Ia mengetahui modus iming-iming proyek setelah sejumlah korban datang ke Disnakertrans Gorontalo.

Ia juga mengatakan telah melakukan pengecekan proyek fiktif itu ke Kemnaker RI.

"Tapi proyek itu tidak ada, Kemnaker juga telah menyurat ke kami, itu tidak ada," tandasnya.

Felmy menambahkan saat ini Nana telah diserahkan oleh Disnakertrans Gorontalo Utara ke BKD untuk ditindaklanjuti karena sejak Desember tak pernah masuk kantor. (Mg-02).

 

Editor : Azis Manansang
#terlibat penipuan #Dinaskertranas #ASN Gorut #PEMKAB GORUT