GORONTALOPOST -Gorontalo Utara dilanda bencana banjir yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Tomilito sejak Senin (27/1) malam.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari, ditambah jebolnya tanggul di ujung jembatan aliran sungai yang melintasi Desa Bubode, Leyao, dan Milango, memperburuk situasi.
Air Naik Cepat, Ribuan Rumah Terendam
Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, yang juga Kepala BPBD, mengungkapkan bahwa banjir meluas ke seluruh permukiman di tiga desa tersebut.
Ketinggian air bervariasi, dengan beberapa wilayah terendam lebih dari satu meter. Warga Desa Milango, Yulin Matalauni, menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah. "Airnya deras dan terus naik. Bahkan masjid yang biasa jadi tempat pengungsian ikut terendam hingga melebihi pagar dua meter," ujarnya.
Situasi menjadi semakin sulit ketika beberapa warga terjebak di rumah mereka. Beberapa bahkan terpaksa bertahan di plafon rumah karena tidak bisa mengungsi.
Upaya Pemerintah dan Kendala Penanganan
Pemerintah daerah berusaha bergerak cepat menangani situasi darurat ini.
Koordinasi lintas sektor dilakukan bersama BPBD, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya. Tim evakuasi telah dikerahkan dengan perahu karet untuk membantu warga yang terjebak.
Namun, menurut Suleman, penanganan banjir di malam hari menghadapi banyak kendala. "Kami terus berupaya, tetapi kondisi malam hari sangat memengaruhi proses evakuasi," katanya.
Harapan Warga: Bantuan Mendesak
Di tengah kepungan banjir, warga sangat membutuhkan bantuan darurat. Sekretaris Desa Milango, Anugerah Bilontalo, mengungkapkan bahwa warga membutuhkan makanan siap saji, selimut, dan air bersih. "Banjir sudah berlangsung selama tiga hari, dan kami berharap bantuan segera tiba," katanya.
Banjir ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga fasilitas umum, termasuk masjid yang sebelumnya diharapkan menjadi tempat pengungsian. "Kondisi ini benar-benar darurat," tambah Yulin.
Imbauan untuk Warga
Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk segera mengungsi ke tempat aman. "Kami memprioritaskan keselamatan warga. Jangan tunggu hingga kondisi semakin buruk," ujar Suleman.
Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi dan perlunya perbaikan infrastruktur, termasuk tanggul di daerah rawan banjir.
Pemerintah daerah diharapkan mampu menangani situasi dengan cepat, sekaligus memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa depan.(antara)
Editor : Nur Fadilah