Gorontalopost, KWANDANG - Debat publik pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gorontalo Utara yang digelar oleh KPU pada Sabtu malam (13/4/2025).
Berlangsung tanpa kehadiran satu pun pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Baca Juga: Bupati Boalemo Resmi Pindahkan RKUD dari Bank SulutGo ke BRI, Ini Alasannya
Ketidakhadiran ini menimbulkan tanda tanya publik, mengingat debat merupakan salah satu momentum penting dalam kampanye politik.
Alasan Calon bupati nomor urut 1, Roni Imran, menegaskan bahwa pihaknya memilih berkampanye.
Ketimbang mengikuti debat, merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan keleluasaan untuk memilih.
Ia juga menyoroti efisiensi anggaran dan menilai bahwa debat seharusnya dimanfaatkan paslon lain yang belum maksimal sebelumnya.
Paslon nomor urut 3 pun memiliki alasan serupa. Melalui LO mereka, Efendi Dali, keputusan absen diambil demi penghematan anggaran dan mempertimbangkan potensi gangguan keamanan.
Baca Juga: Jembatan Darurat di Wonosari Boalemo Ambruk Lagi, Warga: Kami Seperti Tak Punya Pemerintah
Menurut mereka, KPU seharusnya bijak dalam menggunakan dana publik, apalagi menjelang hari pencoblosan.
Meskipun seluruh paslon tidak hadir, KPU tetap melaksanakan debat sesuai rencana.
Ketua KPU, Sofyan Jakfar, menyebut bahwa debat tetap digelar sebagai bentuk tanggung jawab.
Atas pelaksanaan tahapan pilkada, meski diwarnai polemik efisiensi dan minimnya partisipasi.
Dari pantauan setelah dibuka secara resmi, debat kandidat kemudian langsung ditutup oleh Ketua KPU Gorut. (Inong)
Editor : Azis Manansang