Gorontalopost, KWANDANG – Banjir bandang kembali menyapu permukiman milik Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Didingga, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara.
Air bah mulai datang sekitar pukul 18.10 WITA, kemarin (10/6/2025),.
Baca Juga: Heboh Dokumen Diduga Palsu di Koperasi PDAM, Tiga Nama Terseret
Kondisi ini akibat luapan Sungai Didingga yang tak sanggup lagi menahan debit air setelah hujan deras mengguyur sejak sore.
Kepala Desa Didingga, Sarcito Potale, menjelaskan bahwa banjir kali ini.
Dipicu oleh jebolnya tanggul sungai sepanjang 300 meter, yang sebelumnya sempat diperbaiki melalui program penanggulangan bencana.
“Ini wilayah dusun yang dihuni oleh warga komunitas adat. Debit air naik sangat cepat dan menggenangi 57 rumah.
Sebanyak 68 kepala keluarga atau 245 jiwa terdampak,” ungkap Sarcito.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di dusun yang lebih tinggi dan aman.
Baca Juga: Bupati Bone Bolango Dukung Dermaga Polairud, Harap Bisa Diakses Nelayan Kecil
Sementara lainnya tetap bertahan di rumah masing-masing sambil bersiap menghadapi banjir susulan.
Meski banjir membawa arus cukup deras hingga menyeret sebuah sepeda motor, beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Kami bersyukur tak ada korban. Sekarang kami aktifkan posko darurat di kantor desa dan terus memantau kondisi terakhir di lokasi,” imbuh Sarcito.
Ia juga menyoroti potensi terjadinya banjir ulang jika tanggul tidak segera ditangani ulang secara menyeluruh.
“Tanggul ini memang belum lama diperbaiki, tapi cuaca ekstrem rupanya membuatnya kembali jebol.
Kami sangat berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait, mengingat ancaman banjir bandang di desa kami masih sangat tinggi,” harapnya. (Inong).
Editor : Azis Manansang