Gorontalopost, KWANDANG – Untuk pertama kalinya, Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah.
Merasakan langsung hangatnya tradisi Mandi Safar bersama masyarakat Desa Buata, Kecamatan Atinggola, Rabu (20/8/2025).
Tradisi yang penuh makna spiritual dan kebersamaan ini menjadi momen istimewa bagi Wabup Nurjanah.
“Ini pengalaman berharga bagi saya. Mandi Safar bukan sekadar ritual budaya.
Tetapi doa bersama agar hidup kita selalu diberi keselamatan dan keberkahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, menjaga tradisi leluhur adalah bentuk penghormatan terhadap identitas daerah.
“Kebudayaan seperti ini adalah warisan bernilai tinggi. Kita semua punya tanggung jawab.
Baca Juga: Kronologi Remaja 14 Tahun Hanyut Usai Lompat ke Air, Arus Deras Lepaskan Pegangan Teman
Untuk terus merawat dan mewariskannya, agar anak cucu kita kelak tetap mengenalnya,” tegas Nurjanah.
Setiap tahun, Mandi Safar memang menjadi agenda yang dinantikan warga.
Selain sarat dengan makna, tradisi ini juga mempererat hubungan antarwarga melalui kebersamaan dan silaturahmi.(Inong).
Editor : Azis Manansang