Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Malam Perayaan Berujung Darah di Gorontalo Utara, Satreskrim Tangkap Pelaku Dalami Serangan Panah Wayer

Azis Manansang • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:40 WIB

 

Kedua pelaku pana wayer saat diamaankan Satreskkrim Polres Gorut (F:Hms-Pol)
Kedua pelaku pana wayer saat diamaankan Satreskkrim Polres Gorut (F:Hms-Pol)

Gorontalopost, KWANDANG - Setelah menangkap pelakunya. Kasus panah wayer yang menembus dada warga Gorontalo Utara kini menjadi sorotan serius aparat kepolisian.

Baca Juga: Tim Pandawa Ringkus Dua Pemuda Usai Tikam Warga di Depot BBM, Gorontalo

Satreskrim Polres Gorontalo Utara bergerak cepat, namun penyidikan tak berhenti pada proses administratif.

Polisi menggali detail peristiwa, menelusuri motif, hingga kondisi psikologis korban dan pelaku.

Peristiwa terjadi dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA, saat euforia Tahun Baru masih membara di sudut-sudut kampung.

Korban berinisial RP, yang semula merayakan pergantian tahun bersama teman-temannya,

tak pernah membayangkan perjalanan pulang akan menjadi detik yang menentukan hidup dan matinya.

Malam yang awalnya dipenuhi tawa, berakhir dengan sirene ambulans dan kepanikan.

Dalam perjalanan menuju Kecamatan Tomilito, RP dan rombongan berpapasan dengan MA dan rekannya AA.

Keduanya disebut berada di bawah pengaruh alkohol. Dalam kesaksian yang kini beredar, panah bukan dilepaskan

karena tantangan atau permainan, melainkan tindakan spontan yang mematikan.

"Saat mata mereka bertemu, semuanya berubah. Bukan kata-kata yang meluncur, tapi panah.

Baca Juga: Awal Tahun 2026 Berubah Jadi Bencana, 120 Rumah di Dua Desa Kabupaten Gorontalo Terendam Banjir

Dalam sepersekian detik, dada kanan saya terasa panas seperti terbakar,"* ungkap korban.

Teman-teman RP, yang berada di lokasi, menjadi saksi keberanian sekaligus kepanikan.

Mereka memberikan pertolongan seadanya, menahan darah, sambil berusaha menenangkan RP yang mulai melemah.

Korban kemudian dilarikan ke RS dr. Zainal Umar Sidiki untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kini, RP telah menjalani visum dan proses pelaporan resmi. Di sisi lain, polisi juga memeriksa MA, AA, dan saksi-saksi kunci.

"Ini bukan sekadar kasus penganiayaan, ini peringatan keras bahwa

keselamatan publik tidak boleh jadi tumbal perayaan," tegas Kasat Reskrim IPTU Maulana Rahman.

Penyelidikan terus berjalan, sementara warga menunggu keadilan untuk korban yang hampir kehilangan nyawa.(Mg-06).

Editor : Azis Manansang
#Polres Gorut #GORONTALO UTARA #KRIMINAL #Gorut #panah wayer #penganiayaan