Gorontalopost, TILONGKABILA – Kasus pembobolan kotak amal mengguncang Masjid Hidayatullah di Desa Bongoime, Bone Bolango, Gorontalo.
Peristiwa ini terungkap pada Rabu sore (4/12/2024), ketika salah satu jamaah menemukan bagian bawah kotak amal dalam kondisi rusak parah dan uang kertas berserakan di lantai.
Zulkifli, salah satu jamaah masjid, menyebutkan bahwa kotak amal diduga dibuka paksa menggunakan alat khusus.
Baca Juga: Enam Pejabat Bone Bolango Ikuti Seleksi Sekda, Bupati Harap Hasil Terbaik
"Saya melihat uang berserakan saat hendak salat Jumat. Ini jelas mencuri perhatian jamaah lainnya," ungkapnya.
Menurut sumber, kotak amal tersebut tidak dibuka selama tiga bulan terakhir, sehingga jumlah uang yang hilang diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Sayangnya, pengurus masjid belum melaporkan kejadian ini secara resmi kepada polisi, meskipun informasi telah sampai ke petugas Polsek Tilongkabila dan Polres Bone Bolango.
Absennya kamera pengawas di masjid menjadi kendala utama dalam mengidentifikasi pelaku.
Baca Juga: Sherman Moridu Lantik Safrudin Lamusu Pj. Sekda Boalemo, Fokus Percepatan Program Daerah
"Pengadaan CCTV memerlukan biaya besar, sementara dana yang ada difokuskan untuk perbaikan atap masjid," jelas pengurus masjid.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan jamaah. Dana kotak amal yang digunakan untuk pemeliharaan fasilitas masjid sepenuhnya bergantung pada partisipasi masyarakat dan dermawan.
"Kejadian ini sangat merugikan. Kami bekerja keras mengumpulkan dana untuk perbaikan, tapi justru dirusak," ujar Zulkifli.
Warga berharap pihak kepolisian mengambil langkah serius untuk mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca Juga: Pemilih Pilkada Boalemo Capai 82,72%, Melebihi Target Nasional
"Kami meminta Kapolres Bone Bolango segera menangani kasus ini. Jangan sampai pelaku semakin berani dan masjid-masjid lain dirugikan," tegas salah satu jamaah.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengelola masjid di Gorontalo untuk meningkatkan pengamanan fasilitas ibadah.
Meski tantangan finansial menjadi kendala, peningkatan keamanan dianggap perlu untuk menjaga tempat ibadah dari tindakan kriminal.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang