Gorontalopost, LIMBOTO – Kasus kematian tragis yang menimpa Djalaludin Mobonggi, penjaga Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, mulai menemui titik terang.
Baca Juga: Polres Pohuwato Tetapkan 3 Tersangka Penyerangan Bersenjata di Lokasi PETI KM 18 Popayato Barat
Polisi dikabarkan telah mengamankan empat terduga pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa naas itu terjadi pada Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 11.00 WITA.
Djalaludin yang merupakan staf Dispora Kabupaten Gorontalo, diduga tewas setelah dikeroyok.
Oleh empat orang tak dikenal (OTK) yang kedapatan berkeliaran di sekitar rumahnya dengan membawa senjata tajam dan karung.
Menurut keterangan warga dan keluarga korban, Djalaludin sempat menegur keempat pelaku yang dicurigai hendak mencuri buah kelapa milik Buper.
Aksi mereka bahkan sempat direkam oleh anak korban, Icuk Mobonggi, yang kala itu berada di dalam rumah.
“Korban hanya bermaksud mengingatkan agar tidak mengambil kelapa di area Buper.
Baca Juga: Staf Dispora Penjaga Buper Bongohulawa Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Usai Tegur Pelaku Perusakan
Karena lokasi itu akan digunakan untuk kegiatan nasional Pramuka,” kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Namun teguran itu malah memicu emosi para pelaku. Djalaludin diduga langsung diserang dan dianiaya hingga tewas.
Istrinya yang sempat keluar rumah untuk mencari pertolongan, hanya bisa menangis histeris saat kembali dan mendapati suaminya sudah tak bernyawa.
Sementara anak korban, Icuk, selamat karena berada di dalam rumah saat kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk buah kelapa yang diduga menjadi pemicu insiden berdarah ini.
Empat terduga pelaku kini ditahan di Mapolres Gorontalo untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditayangkan, Polres Gorontalo belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Terkait hasil pemeriksaan terhadap para pelaku maupun motif pasti di balik pembunuhan ini. (Mg-04).
Editor : Azis Manansang