Gorontalopost.Id, BAGDAD - Telah dilaporkan bahwa terjadi kebakaran yang memakan korban lebih dari 100 orang tewas dan 150 lainnya terluka di sebuah resepsi pernikahan di distrik Hamdaniya di provinsi Nineveh, Irak utara.
Dikutip dari The Guardian, diketahui bahwa api yang menyebar ke seluruh aula dalam hitungan detik ini.
Dipicu oleh kembang api yang dinyalakan di dalam aula sebelum kedua mempelai menari perlahan.
Baca Juga: Mau Daftar CPNS ? Berikut Link Beli E-Meterai dan Cara Pasangnya
Saluran berita Kurdi, Rudaw, menayangkan rekaman yang menunjukkan kembang api dinyalakan di dalam ruangan yang kemudian meledak hingga mengenai lampu gantung.
Rekaman yang ditayangkan di jaringan televisi lokal lainnya menunjukkan kedua mempelai berada di lantai dansa ketika kebakaran mulai terjadi pada Selasa malam.
Pada saat kejadian, pasangan mempelai tersebut terpana melihat puing-puing yang terbakar dan mereka selamat meski mengalami luka bakar.
Baca Juga: Arsjad Rasjid Cuti Momen Terakhir di Gorontalo, Kadin Tunjuk Yukki Nugrahawan Jadi Plt Harian
“Kami secara ajaib meninggalkan tempat itu, pengantin laki-laki dan perempuan termasuk di antara orang-orang yang berhasil selamat dari kecelakaan itu,” kata salah satu kerabat mempelai.
Rekaman puing-puing yang terbakar berjatuhan dari atas ketika para tamu berlarian untuk melarikan diri dari aula al-Haitham.
Dalam sebuah pernyataan, otoritas pertahanan sipil melaporkan adanya panel prefabrikasi di dalam aula yang sangat mudah terbakar.
Baca Juga: Bawaslu Tekankan Partisipatif Masyarakat Untuk Mencegah Money Politik di Forum KPK
Dan keadaan tersebut diperburuk oleh gas beracun yang dikeluarkan oleh pembakaran panel plastik Ecobond yang sangat mudah terbakar, yang melanggar standar keselamatan.
Departemen kesehatan di Nineveh menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 114 orang, lalu juru bicara kementerian kesehatan Saif al-Badr sebelumnya menyebutkan jumlah korban luka sebanyak 150 orang.(JPC).
Editor : Azis Manansang