Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Hizbullah Lebanon Ancam Serang Israel, Rudal Menuju Pangkalan Militer

Tina Mamangkey • Kamis, 12 Oktober 2023 | 09:06 WIB
Tentara Lebanon mengamati buldoser milik Israel yang sedang digunakan untuk membangun pagar pertahanan dekat perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Januari 2023. (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho)
Tentara Lebanon mengamati buldoser milik Israel yang sedang digunakan untuk membangun pagar pertahanan dekat perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Januari 2023. (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho)

GORONTALOPOST- Kelompok Hizbullah Lebanon mengumumkan niatnya untuk menyerang pangkalan militer Israel di dekat perbatasan Dhayra menggunakan rudal. Mereka menjelaskan bahwa serangan ini adalah tanggapan tegas atas serangan Israel terhadap Lebanon. Pernyataan ini disampaikan melalui National News Agency (NAA) Lebanon, yang dikelola oleh pemerintah, dan mengutip pernyataan Hizbullah.

Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa "Tentara Perlawanan Islam (mengacu pada Hizbullah) meluncurkan rudal yang secara tepat mengenai Jaradah dekat Dhayra. Serangan ini menyebabkan korban yang signifikan di antara pasukan Israel, baik tewas maupun cedera."

Israel merespons serangan ini dengan tembakan artileri ke wilayah selatan Lebanon setelah dua roket ditembakkan dari Lebanon ke kota-kota di utara Israel. Dalam pernyataan resmi militer Israel, mereka menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan operasi di Lebanon sebagai tanggapan terhadap penembakan rudal anti tank yang ditujukan ke salah satu posisi militer mereka.

Serangan-serangan ini menyebabkan tiga orang cedera di Lebanon, serta kerusakan pada properti dan lahan pertanian. Israel juga menargetkan tangki utama yang memasok air ke desa Yarine.

Pada hari sebelumnya, Hizbullah menyerang tank Mirkava Israel dengan rudal kendali yang menghancurkannya. Israel kemudian merespons dengan menembaki posisi militer yang berhubungan dengan Hizbullah. Selama pertempuran ini, Hizbullah juga melaporkan kehilangan tiga anggota.

Peningkatan ketegangan di wilayah perbatasan utara Israel telah memunculkan kekhawatiran internasional tentang eskalasi konflik antara Lebanon dan Israel. Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah meminta kedua pihak untuk menahan diri dalam upaya menghindari bentrokan yang bisa berkembang menjadi perang.

Ketegangan di Timur Tengah juga memengaruhi Jalur Gaza, dengan pasukan Israel meluncurkan serangan militer yang kuat sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan oleh kelompok Hamas Palestina. Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsa dengan serangan roket dan penyusupan ke wilayah Israel sebagai respons terhadap eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina dan penyerbuan ke Masjid Al Aqsa.

Israel merespons dengan Operasi Pedang Besi, yang mencakup pemadaman air dan listrik ke Jalur Gaza. Situasi ini telah memperburuk kondisi di Jalur Gaza, yang sudah berada dalam situasi yang sangat sulit karena pengepungan sejak tahun 2007. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Hizbullah #militan Hamas #lebanon #Israel #hamas