Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pemerintah Indonesia Lakukan Evakuasi WNI dari Palestina Secara Hati-Hati

Tina Mamangkey • Kamis, 12 Oktober 2023 | 12:45 WIB
Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina. (Jawapos.com via Antara)
Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina. (Jawapos.com via Antara)

GORONTALOPOST - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyatakan bahwa evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Palestina akan dilakukan hanya jika situasi di Palestina telah benar-benar aman.

Dalam upayanya untuk memastikan keselamatan WNI, Retno telah meminta dukungan dari Palang Merah Internasional (ICRC) untuk membantu dalam evakuasi WNI yang berada di Jalur Gaza, Palestina, yang menjadi target serangan udara militer Israel.

Menurut Retno, rencana evakuasi dan data mengenai jumlah WNI yang berada di Palestina sudah ada, namun pergerakan WNI belum dapat dilakukan karena situasinya masih belum memungkinkan. "Kita sudah ada datanya (jumlah WNI), rencana evakuasi juga sudah ada, hanya saja situasi belum memungkinkan terjadinya pergerakan," kata Retno seperti yang dikutip dari Antara.

Selain berkoordinasi dengan ICRC, Menteri Luar Negeri juga menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan keselamatan WNI. "Karena prioritas utama adalah melakukan evakuasi WNI dengan selamat," tegas Retno.

Menlu Retno juga telah menghubungi berbagai pihak termasuk Presiden Dewan Keamanan PBB saat ini, yaitu Brazil, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Filipina yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, Israel.

Selain itu, kedutaan besar Republik Indonesia di Amman, Beirut, dan Kairo juga telah diinstruksikan untuk melakukan pemantauan penuh terhadap perkembangan situasi di wilayah konflik dan untuk memastikan perlindungan bagi WNI yang terdampak.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebelumnya telah menyatakan bahwa sedang mempersiapkan rencana evakuasi WNI dari Palestina dengan beberapa skenario. Skenario-skenario tersebut melibatkan kemungkinan mengevakuasi WNI melalui negara-negara terdekat Palestina, seperti Yordania, Lebanon, dan Mesir.

Lalu Muhammad Iqbal, Juru Bicara Kemlu, menjelaskan, "Saat ini pemerintah, melalui KBRI Amman, KBRI Beirut, dan KBRI Kairo sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi WNI yang berada di wilayah Palestina, khususnya 10 WNI yang ada di Jalur Gaza," pada Selasa (10/10).

Data dari Kemlu menunjukkan bahwa saat ini terdapat 45 WNI di Palestina, dengan 10 di antaranya berada di Jalur Gaza. Selain itu, terdapat juga 230 WNI yang sedang melakukan perjalanan wisata keagamaan di berbagai titik di negara Israel, dan hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban konflik.

Presiden Joko Widodo telah menekankan pentingnya menghentikan perang antara Israel dan Palestina untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dan kerusakan harta benda. "Karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar.

Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, harus segera diselesaikan sesuai parameter yang sudah disepakati PBB," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers terkait situasi terkini konflik Israel-Palestina pada Selasa (10/10). (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#menteri luar negeri #evakuasi #KTT AIS #Palestina #jalur gaza #WNI #Israel #retno marsudi #ICRC