GORONTALOPOST - AS mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui penghentian serangan di Gaza selama empat jam setiap hari, meskipun pertempuran terus berlanjut.
Dilansir melalui Reuters pada Jumat (10/11), Gedung Putih menyatakan bahwa Israel setuju untuk menghentikan operasi militer di bagian utara Gaza selama empat jam sehari.
Namun, tidak ada tanda-tanda pertempuran akan berhenti, yang telah menewaskan ribuan orang dan menghancurkan wilayah tersebut. John Kirby, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, mengatakan bahwa jeda tersebut dapat memungkinkan orang untuk melarikan diri dan dapat digunakan untuk pembebasan sandera, itu merupakan langkah awal yang signifikan.
Meskipun demikian, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa jeda apa pun akan berantakan, dan tidak ada konfirmasi resmi mengenai rencana jeda yang berulang.
Netanyahu menjelaskan, "Tidak ada penghentian pertempuran. Pertempuran terus berlanjut melawan musuh Hamas, teroris Hamas, tetapi di lokasi tertentu untuk jangka waktu tertentu, yaitu beberapa jam di sini atau selama beberapa jam di sana, kami ingin memfasilitasi perjalanan yang aman bagi warga sipil untuk menjauh dari zona pertempuran dan kami melakukan hal itu."
Di wilayah utara Gaza, tidak ada laporan mengenai adanya jeda pertempuran.
Pasukan Israel telah mengepung Kota Gaza dan tank-tanknya bergerak maju ke dalam kota saat mereka memburu kelompok militan Hamas.
Para pejabat Israel berbicara secara lebih umum mengenai langkah-langkah yang tampaknya sesuai dengan peraturan yang ada.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel mengizinkan warga sipil untuk melewati rute utama Gaza ke selatan dengan aman selama tiga atau empat jam setiap hari.
“Kami melakukan langkah-langkah lokal dan tepat untuk memungkinkan keluarnya warga sipil Palestina dari Kota Gaza ke arah selatan, sehingga kami tidak merugikan mereka.
Hal-hal ini tidak mengurangi semangat perang,” ucap Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
Baca Juga: Mawar Hitam dan Kecantikan Kelam, Dibalik Simbolisme, Ada Harapan yang Tersembunyi
Dalam konferensi pers, juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan tentara menemukan lokasi yang ia sebut sebagai kawasan keamanan Hamas di Gaza utara, tempat tersebut mencakup pusat komando, pabrik pembuatan amunisi dan pos-pos lainnya.
"Kami berperang dan melenyapkan lebih dari 50 orang. Kami menemukan banyak senjata.
Kami juga menemukan banyak materi intelijen yang akan kami ambil dan pelajari. Kami terus membersihkan wilayah ini dan wilayah lainnya," ujar Hagari. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey