Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gelombang Protes di Gucci, Studio Desain Dipindahkan, Karyawan Bangkit

Tina Mamangkey • Rabu, 29 November 2023 | 19:21 WIB
Logo Gucci tampak di luar sebuah toko di Paris, Prancis. Sumber: Charles Platiau/REUTERS/ANTARA
Logo Gucci tampak di luar sebuah toko di Paris, Prancis. Sumber: Charles Platiau/REUTERS/ANTARA

GORONTALOPOST - Sebanyak 50 karyawan rumah mode Gucci di Italia telah melancarkan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap rencana relokasi tim studio desain dari Roma ke Milan.

Menurut laporan The Guardian pada Senin (27/11), para karyawan Gucci mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap sebagai redundansi massal yang terselubung.

"Kantor desain di Roma adalah jantungnya Gucci, di mana tempat desainer dan penjahit bekerja, dan tempat semua koleksi Gucci dilahirkan," ungkap Chiara Giannotti, perwakilan serikat pekerja.

Perusahaan barang mewah yang berbasis di Prancis, Kering, sejenis dengan Gucci, telah mengumumkan pemindahan sebanyak 153 dari total 219 karyawan desain dari ibu kota Italia Roma ke Milan pada Oktober lalu.

Keputusan ini dianggap sebagai pemecatan kolektif oleh para pekerja.

Sebagai respons, para karyawan Gucci melancarkan mogok kerja selama empat jam pada Senin (27/11).

Aksi ini mencatat sejarah sebagai yang pertama kali dilakukan oleh para profesional kreatif dalam 102 tahun sejarah Gucci.

Dilansir dari ANTARA pada Rabu (29/11), Chiara Giannotti, perwakilan serikat pekerja, menegaskan bahwa kantor desain di Roma adalah inti dari Gucci, tempat di mana desainer dan penjahit bekerja, serta tempat kelahiran semua koleksi Gucci.

Giannotti juga mengklaim bahwa Kering menggunakan restrukturisasi ini untuk mengurangi jumlah staf Gucci dan memecat karyawan yang tidak dapat memenuhi kondisi relokasi atau tidak dapat meninggalkan Roma karena kewajiban keluarga.

Federica Ricci, sekretaris regional serikat Filctem-Cgil di wilayah Lazio, menanggapi situasi ini dengan menyatakan bahwa pemecatan kolektif terjadi karena tidak semua karyawan ditawari kondisi yang memungkinkan untuk transfer.

“Sehingga banyak orang akan kehilangan pekerjaan,” kata Federica Ricci.

Serikat pekerja menyerukan agar perusahaan mempertimbangkan kembali keputusannya, memperhatikan kondisi individu karyawan yang beragam, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan keluarga yang sulit dipindahkan ke kota lain dalam waktu singkat. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#italia #gucci #mogok kerja #karyawan