Konser Taylor Swift Dibatalkan, Akibat Ancaman Serangan Teroris

Priska Watung • Dipublikasikan Sabtu, 10 Agustus 2024 | 11:24 WIB
Swifties/Reuters.
Swifties/Reuters.

GORONTALOPOST- Seorang remaja berusia 18 tahun asal Irak ditahan di Wina terkait penyelidikan atas dugaan rencana serangan terhadap konser Taylor Swift di ibu kota Austria.

Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Karner, mengonfirmasi bahwa remaja tersebut berasal dari lingkaran yang sama dengan tersangka utama, seorang pemuda Austria berusia 19 tahun dengan latar belakang etnis Makedonia Utara.

Remaja Irak tersebut dilaporkan telah bersumpah setia kepada kelompok jihad Negara Islam (IS) pada 6 Agustus, meskipun masih belum jelas apakah ia terlibat langsung dalam rencana serangan tersebut.

Tersangka utama, yang juga telah menyatakan kesetiaannya kepada IS, diduga merencanakan serangan mematikan di tengah ribuan penggemar "Swifties" yang diperkirakan akan berkumpul di luar Stadion Ernst Happel di Wina. Akibat ancaman tersebut, tiga konser yang dijadwalkan di stadion tersebut dibatalkan demi alasan keamanan.

Dua remaja Austria lainnya, masing-masing berusia 17 dan 15 tahun, juga ditahan pada hari Rabu sehubungan dengan dugaan rencana serangan tersebut.

Konser Taylor Swift di Wina dibatalkan minggu ini setelah munculnya ancaman serangan di Stadion Ernst Happel.

Sekitar 195.000 penggemar "Swiftie" diperkirakan akan hadir, dan banyak di antara mereka yang datang dari luar negeri demi kesempatan untuk melihat bintang pop tersebut.

Editor : Priska Watung
Teroris konser taylor swift di wina dibatalkan taylor swift teror irak ISIS jihad negara islam Wina