Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pelarian Spektakuler, 1.500 Napi Kabur dari Penjara Keamanan Maksimum di Mozambik

Tina Mamangkey • Kamis, 26 Desember 2024 | 10:56 WIB
Sebuah insiden pelarian massal terjadi di penjara berkeamanan maksimum di dekat ibu kota Mozambik, Maputo, setelah kerusuhan yang dipicu oleh pengumuman hasil akhir pemilihan presiden negara tersebut,
Sebuah insiden pelarian massal terjadi di penjara berkeamanan maksimum di dekat ibu kota Mozambik, Maputo, setelah kerusuhan yang dipicu oleh pengumuman hasil akhir pemilihan presiden negara tersebut,

GORONTALOPOST - Insiden pelarian massal terjadi di penjara dengan keamanan maksimum yang terletak di dekat ibu kota Mozambik, Maputo, menyusul serangkaian kerusuhan yang dipicu oleh pengumuman hasil pemilihan presiden negara tersebut.

Kejadian ini terjadi pada Senin, 23 Desember, setelah Dewan Konstitusi Mozambik mengonfirmasi hasil pemilihan umum yang telah berlangsung pada bulan Oktober lalu.

Pengumuman yang menetapkan kemenangan Daniel Chapo dari partai yang berkuasa, FRELIMO, memicu ketegangan di berbagai wilayah di Mozambik.

Kerusuhan tersebut akhirnya meluas hingga menyebabkan pelarian besar-besaran dari Penjara Keamanan Maksimum Maputo, yang terletak sekitar 14 kilometer dari ibu kota.

Pemilihan umum yang berlangsung pada 9 Oktober lalu menghasilkan kemenangan bagi Chapo, meskipun kandidat independen, Venancio Mondlane, menentang hasil sementara tersebut dan menyerukan aksi pembangkangan sipil secara luas.

Ketidakpuasan atas hasil pemilihan ini menjadi salah satu pemicu kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah, yang berujung pada insiden pelarian di penjara.

Pihak berwenang mengonfirmasi terjadinya pelarian tersebut, namun investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan jumlah pasti napi yang kabur dan rincian lainnya.

Justino Tonela, Sekretaris Tetap Kementerian Kehakiman, menyatakan, "Kami mengonfirmasi adanya pelarian ini, tetapi tim kami masih berada di lapangan untuk menentukan jumlah pasti dan rincian lainnya."

Pada hari yang sama, laporan dari Agence France-Presse mengungkapkan pernyataan Komandan Jenderal Polisi Mozambik, Bernardino Rafael, yang menyebutkan bahwa sekitar 1.534 narapidana berhasil kabur dalam insiden tersebut.

Kerusuhan yang terjadi selama pelarian ini juga menyebabkan 33 narapidana tewas dan 15 lainnya terluka.

Polisi berhasil menangkap sekitar 150 napi yang sempat kabur, namun jumlah total narapidana yang berhasil melarikan diri tetap menjadi perhatian utama pihak berwenang.

Penjara Keamanan Maksimum Maputo dikenal sebagai salah satu fasilitas penjara dengan tingkat pengamanan tinggi di Mozambik.

Penjara ini menampung lebih dari 3.000 narapidana, sebagian besar di antaranya dihukum karena kejahatan kekerasan, terutama pembunuhan.

Dengan jumlah napi yang sangat besar dan kejahatan yang serius, penjara ini memiliki pengawasan yang ketat.

Namun, insiden pelarian massal ini menunjukkan kerentanannya terhadap kerusuhan besar, terlebih dengan adanya ketegangan politik yang meluas akibat ketidakpuasan atas hasil pemilu.

Pemerintah Mozambik dan pihak berwenang setempat kini tengah berupaya melakukan penangkapan terhadap narapidana yang kabur dan mengatasi dampak dari kerusuhan tersebut. (antara)

 

Editor : Tina Mamangkey
#pelarian #napi kabur #Penjara #mozambik