GORONTALOPOST - Kisah memilukan kembali viral di media sosial, kali ini datang dari insiden kecelakaan Pesawat Jeju Air yang berangkat dari Bangkok, Thailand, dan berakhir tragis di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12) pagi waktu setempat.
Sebuah pesan terakhir dari salah satu penumpang mencuat, menggambarkan momen-momen menegangkan sebelum musibah terjadi.
Dalam unggahan yang diunggah akun X @Shanghaidaily, seorang penumpang penerbangan Jeju Air 7C2216 sempat mengirim pesan kepada keluarganya. Pesan tersebut berbunyi, "Kita tidak bisa mendarat karena ada burung yang tersangkut di sayap," menggambarkan kesulitan yang dihadapi pesawat untuk mendarat.
Hal yang lebih memilukan, salah satu dari 175 penumpang bahkan sempat mengutarakan niat untuk meninggalkan pesan terakhir sebelum komunikasi terputus. "Haruskah saya meninggalkan pesan terakhir?" tulisnya dalam pesan yang kini menjadi viral.
Pesawat Jeju Air yang menggunakan Boeing 737-800 beroperasi sebagai penerbangan 7C2216 dari Bangkok ke Korea Selatan. Saat hendak mendarat, pesawat dilaporkan mengalami kegagalan fungsi roda pendaratan. Selain itu, diduga ada burung yang tersangkut di sayap pesawat, yang memperburuk situasi.
Insiden ini berakhir tragis ketika pesawat menghantam struktur perimeter bandara tanpa roda pendaratan. Dampaknya, badan pesawat hancur berkeping-keping, dan sebagian besar terbakar.
Dalam penerbangan tersebut, terdapat 175 orang di dalam pesawat, terdiri dari 173 warga negara Korea Selatan dan dua warga negara Thailand. Pesawat juga membawa enam kru penerbangan. Berdasarkan laporan media lokal, banyak penumpang adalah keluarga yang kembali dari liburan Natal di Thailand.
Sejak berita ini mencuat, unggahan mengenai pesan terakhir penumpang telah menjadi viral. Hingga artikel ini ditulis, unggahan di platform X tersebut telah diposting ulang sebanyak 1.139 kali, dikutip oleh 280 akun, dan disukai lebih dari 4.316 kali.
Saat ini, otoritas terkait sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Fokus utama penyelidikan adalah apakah kegagalan roda pendaratan atau tabrakan dengan burung yang menyebabkan tragedi ini. (*/jpg)
Editor : Tina Mamangkey