Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Trump Umumkan Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran, Dunia Waspadai Krisis Selat Hormuz

Azis Manansang • Minggu, 22 Juni 2025 | 15:07 WIB

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan militer   AS menyerang langsung tiga fasilitas nuklir utama Iran.(F:Net)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan militer AS menyerang langsung tiga fasilitas nuklir utama Iran.(F:Net)

Gorontalopost, WASHINGTON — Dunia diguncang setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keberhasilan militer AS dalam melancarkan
serangan langsung terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Gorontalo Utara Ikuti Retret Kepala Daerah di IPDN Jatinangor

Langkah militer ini dipandang sebagai titik balik eskalasi konflik yang sebelumnya masih berada di ranah diplomatik dan dukungan tak langsung terhadap Israel.

Dalam pernyataan via akun media sosial pribadinya pada Sabtu malam, 21 Juni 2025.

Trump menyebut bahwa operasi militer yang menargetkan situs nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan telah berjalan dengan sukses.

"Kami telah menyampaikan pesan tegas. Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran telah selesai dengan sempurna.

Semua pesawat kami sudah keluar dari wilayah udara Iran tanpa kerugian," tulis Trump.

Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruh pesawat pengebom telah kembali dengan selamat ke pangkalan mereka di AS.

Baca Juga: Pangdam XIII/Merdeka Rotasi Pejabat Strategis, Dorong Kepemimpinan Solid dan Visioner

“Prajurit kita luar biasa. Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukannya seperti ini. Kini saatnya kita memberi ruang bagi perdamaian,” ujarnya.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat siluman B-2 Spirit yang terbang dari Missouri.

Membawa bom penghancur bunker GBU-57 (Massive Ordnance Penetrator) seberat 30.000 pon, yang dirancang khusus untuk menembus fasilitas bawah tanah seperti Fordow.

Langkah ini secara otomatis menempatkan AS dalam konflik bersenjata terbuka dengan Iran, yang sebelumnya hanya merupakan pendukung tidak langsung konflik regional di
Timur Tengah.

Ironisnya, dua hari sebelum operasi ini, Trump masih menyatakan bahwa peluang negosiasi dengan Iran “masih terbuka”.

Namun, pernyataan itu segera ditinggalkan setelah keputusan militer diambil dan serangan dilakukan.

Sementara itu, dari pihak Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sudah lebih dulu mengingatkan akan adanya konsekuensi berat jika AS melancarkan serangan.

Baca Juga: Kapal Pesiar MV Heritage Adventurer Kunjungi Botubarani, 115 Wisatawan Dunia Saksikan Hiu Paus

"Setiap tindakan militer terhadap kami akan dibalas dengan kerusakan yang tak bisa mereka tangani," tegas Khamenei dalam siaran nasional.

Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Namun, para analis meyakini balasan militer atau serangan tidak langsung hampir pasti akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ketegangan kini merembet ke sektor energi global.

Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia, menjadi pusat kekhawatiran.

Analis energi dari RBC Capital Markets, Helima Croft, mengungkapkan bahwa Iran diduga mulai mengacaukan sistem transponder kapal secara agresif.

“Kami menerima laporan bahwa Iran mulai menebar ranjau laut dan dapat menutup jalur pengiriman minyak yang vital bagi dunia,” ujarnya.

Situasi ini mendorong negara-negara seperti Qatar dan Yunani.

Untuk mengeluarkan peringatan kepada kapal mereka agar menjauhi kawasan Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.(JPC)

Editor : Azis Manansang
#geopolitik global #donald trump #serangan iran israel #B2 Spirit #selat hormuz #Krisis Energi Dunia #fasilitas nuklir iran