Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Presiden Prabowo Subianto Menyerukan Perdamaian Abadi antara Palestina dan Israel, Keturunan Abraham harus Hidup Damai

Azis Manansang • Selasa, 30 September 2025 | 08:56 WIB

 

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Prabowo Subianto.(F:dok)
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Prabowo Subianto.(F:dok)

Gorontalopost, NEW YORK - Sidang Umum PBB 2025 di New York menjadi panggung diplomasi yang sarat tensi.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menggebrak dengan menyerukan perdamaian abadi bagi Palestina dan Israel.

Baca Juga: Proyek Pani Hampir Rampung, EMAS Siap Jadi Tambang Emas Raksasa Asia Pasifik Mulai 2026

Dua bangsa yang diyakininya berasal dari garis keturunan yang sama.

Pesannya sederhana namun penuh makna: jalan menuju perdamaian sejati adalah solusi dua negara yang saling menghormati.

Hanya beberapa hari berselang, giliran Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tampil berbicara.

Dengan nada tegas, ia menyinggung pernyataan Prabowo yang dianggapnya “menyemangati” dunia internasional.

Namun, momen tersebut berlangsung di aula yang setengah kosong lantaran sejumlah delegasi memilih walk out sebagai bentuk protes atas tindakan militer Israel di Gaza.

Di luar gedung PBB, suara lantang para demonstran pro-Palestina menggema.

Mereka menyerukan kebebasan Palestina dan menuntut agar Netanyahu diadili atas serangan kejam di Gaza.

Baca Juga: Kopi Gorontalo Kian Mendunia, UMKM Hadirkan Inovasi Baru di Pameran UMKM 2025

Sementara di dalam forum, Netanyahu mencoba mengalihkan sorotan dengan mengumbar janji kerja sama teknologi.

Mulai dari kedokteran, pertanian, hingga kecerdasan buatan bagi negara-negara yang mau merapat ke Israel.

Netanyahu juga menyelipkan sindiran tajam kepada negara-negara yang menurutnya “berpura-pura peduli” pada Palestina, tetapi pada akhirnya tetap memilih kepentingan masing-masing.

Retorikanya ini disebut sejumlah pengamat sebagai upaya merombak peta aliansi di kawasan Timur Tengah, sembari menutupi kritik internasional terhadap serangan Israel.

Bagi Indonesia, pidato Prabowo membawa pesan alternatif: pengakuan Palestina harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan Israel. Ia menegaskan,

“jika Israel benar-benar mengakui Palestina merdeka, maka Indonesia siap mengakui Israel.”

Pernyataan inilah yang kini memicu diskusi global, apakah tawaran Indonesia bisa menjadi pintu menuju solusi dua negara.

Atau sekadar menjadi gema diplomasi di tengah pusaran konflik yang tak kunjung reda.(JP).

Editor : Azis Manansang
#pALESTINA iSRAEL #pidato pbb #solusi dua negara #diplomasiindonesiaisrael #netanyahu #Freepalestine #perdamaian dunia #konflik timur tengah #Prabowo