Gorontalopost, JAKARTA – Publik dibuat heboh setelah sebuah billboard raksasa di Tel Aviv, Israel.
Menampilkan wajah Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berdampingan dengan para pemimpin dunia.
Kehadiran billboard tersebut dikaitkan dengan kampanye perluasan Abraham Accords.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Desak Program Bantuan UMKM dan Sapi, Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Seremonial
Kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab.
Dalam billboard itu, foto Prabowo ditampilkan sejajar dengan tokoh-tokoh besar.
Seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Hingga Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Kehadiran sosok Prabowo dalam kampanye visual itu sontak memicu perdebatan luas di media sosial.
Salah satu akun di platform Threads, @feovle, mengunggah ulang foto billboard tersebut dengan narasi yang memancing perhatian.
“Billboard ini menampilkan Presiden RI sejajar dengan para pemimpin dunia dalam kampanye Abraham Accords.
Israel memang gencar menggunakan iklan luar ruang dan media digital untuk membangun narasi politiknya,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung banjir komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan.
Maksud munculnya wajah Presiden Prabowo di tengah kampanye politik luar negeri Israel,
Baca Juga: Forkopimda Hentikan Tambang Ilegal di Saripi, Hanya untuk Warga Lokal, Bukan Orang Luar
mengingat Indonesia secara konsisten menolak menjalin hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan posisi Indonesia tetap tidak berubah.
“Sikap Indonesia sangat jelas: tidak akan ada normalisasi hubungan dengan Israel dalam bentuk apa pun.
Kecuali Israel lebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela.
Ia menambahkan, visi apapun terkait Israel tidak bisa dilepaskan dari prinsip utama Indonesia: mendukung penuh Palestina merdeka.(JP).
Editor : Azis Manansang