Gorontalopost, TEHERAN — Iran resmi menunjuk anggota Guardian Council, Ayatollah Alireza Arafi,
sebagai pemimpin tertinggi sementara menggantikan almarhum Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Jejak Revolusi Ayatollah Ali Khamenei: Dari Mashhad hingga Puncak Kekuasaan Iran
Penunjukan ini dilakukan di tengah lonjakan ketegangan kawasan yang diprediksi memasuki babak paling keras dalam sejarah konflik Iran–Israel.
Arafi akan menjalankan mandat hingga proses penetapan pemimpin tertinggi definitif rampung sesuai mekanisme konstitusi Republik Islam Iran.
Pemerintah menilai figur ulama senior tersebut memiliki kapasitas religius
dan pengalaman politik yang cukup untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di masa transisi sensitif.
Analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman menilai momentum pergantian ini sangat krusial.
Ia menyebut langkah cepat Teheran sebagai sinyal bahwa stabilitas internal menjadi prioritas utama di tengah tekanan eksternal yang makin nyata.
Menurutnya, hari-hari ke depan akan menjadi periode yang berat dan menentukan.
Ia memperkirakan eskalasi konflik dapat meningkat, dengan intensitas tekanan terhadap Iran berpotensi bertambah signifikan.
Baca Juga: Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS–Israel, Trump Klaim Operasi Intelijen Presisi Tinggi
Dunia internasional kini memantau perkembangan di Teheran dengan cermat.
Transisi kepemimpinan ini bukan hanya isu domestik Iran,
tetapi juga faktor penentu stabilitas keamanan regional dan global, termasuk sektor energi dan ekonomi internasional.
Editor : Azis Manansang