Gorontalopost, TELAVIV — Serangkaian video yang diunggah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,
justru memicu kontroversi global setelah dituding sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake.
Baca Juga: Ismet Mile Bantah Isu Jual Beli Jabatan di Bone Bolango, Tegaskan Seleksi ASN Transparan dan Ketat
Alih-alih meredam rumor kematiannya di tengah konflik geopolitik,
video tersebut malah menjadi bahan analisis publik yang menemukan sejumlah kejanggalan visual yang sulit dijelaskan secara logis.
Salah satu sorotan utama adalah momen ketika cincin di jari Netanyahu tiba-tiba menghilang
saat tangannya bergerak, lalu muncul kembali di frame berikutnya.
Temuan ini diperkuat oleh analisis warganet yang memperlambat video hingga ke level frame demi frame.
Tak hanya itu, video lain yang memperlihatkan Netanyahu di sebuah kafe juga memunculkan keanehan.
Minuman kopi yang tampak penuh tidak berkurang meski diminum,
bahkan tidak tumpah saat gelas digerakkan, memunculkan dugaan manipulasi visual.
Konten kreator asal Amerika Serikat, Ryan Matta, turut membedah video tersebut
dan menemukan indikasi jump frame serta perubahan visual yang tidak natural.
Baca Juga: Polda Gorontalo Lepas 100 Pemudik Gratis ke Manado dan Palu, Program Perdana Disambut Antusias
Sebelumnya, publik juga sempat dihebohkan dengan video lain yang menunjukkan dugaan
jumlah jari Netanyahu bertambah menjadi enam, semakin memperkuat spekulasi penggunaan teknologi AI.
Meski demikian, pemerintah Israel membantah seluruh rumor tersebut dan memastikan Netanyahu dalam kondisi baik.
Kontroversi ini pun menjadi contoh nyata bagaimana teknologi deepfake dapat memengaruhi persepsi publik di tengah konflik global. (Mg-01/*).
Editor : Azis Manansang