Gorontalopost, GORONTALO - Kabupaten Gorontalo (kabgor) menjadi daerah Kabupaten dengan jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbanyak di Provinsi Gorontalo.
Sedangkan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menjadi wilayah dengan jumlah debitur KUR paling sedikit.
Kondisi ini disampaikan disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo Adnan Wimbyarto, kemarin.
Baca Juga: Belanja di Lapak Gunakan Uang Palsu Remaja Paguyaman Boalemo Ditangkap Polisi
Adnan Wimbyarto mengungkapkan, jumlah penyaluran KUR sampai dengan Februari 2024 sebesar Rp130,15 M dengan 2.561 debitur.
Perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor dengan jumlah penyaluran dan debitur terbanyak.
"Ke depan, perlu akselerasi pada sektor riil seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan karena sektor tersebut memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian Gorontalo,"ungkapnya.
Baca Juga: Beras Penyebab Infllasi Gorontalo Lebih Tinggi Nasional, Namun NTP Petani Naik
Sementara itu untuk penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi), Jumlah penyaluran UMI sampai dengan Februari 24 naik 63% (yoy).
Per Februari 2024 pembiayaan UMi terealisasi sebesar Rp 6,38 M, dengan jumlah debitur sebanyak 1.260 debitur.
"Dengan jumlah debitur terbanyak berada di Kabupaten Boalemo,"ungkapnya.
Baca Juga: KPPBC TMP C Gorontalo 3 Kali Lakukan Penindakan Atas Pelanggaran Cukai
Adnan Wimbyarto mengungkapkan, belum optimalnya perkembangan penyaluran UMi diindikasikan karena adanya irisan produk pembiayaan sejenis pada perbankan (KUR Supermikro).
"Belum adanya koperasi sebagai penyalur linkage dan calon debitur yang tertolak secara sistem pada SIKP yang sebagian besar disebabkan telah menerima pembiayaan lainnya seperti KUR,"ucapnya.
Selanjutnya untuk penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD), hingga Februari 2024 telah terealisasi sebesar Rp1.037,97 M atau 16,34 persen dari pagu.
Baca Juga: Realisasi Kinerja Akumulatif PNBP Lelang 2024, di Gorontalo Naik Sebesar Rp 612,13 Juta
Realisasi ini mengalami kenaikan 2,57 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Diakuinya Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen TKD dengan kontribusi realisasi tertinggi yang mencapai Rp 781,18 M atau 75,26 persen dari total TKD.
"APBN kita relatif masih terjaga dengan baik meskipun dinamikanya sangat berbeda sekali dengan 2022 dan 2023," tandasnya.
Namun menurutnya pihaknya akan tetap menjaga secara baik, profesional dan transparan.
Sehingga bisa memberikan kepastian terhadap masa transisi pemerintahan yang sangat penting pada tahun ini.(Zis).
Editor : Azis Manansang