Gorontalopost, LIMBOTO - Berpulangnya mantan Bupati dua periode Kabupaten Gorontalo Kolonel Purnawirawan Imam Nooriman pada Sabtu (20/4/2024) di Bandung.
Membawa duka mendalam bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo ikut menyampaikan belasungkawa.
Atas meninggalnya Bupati yang menakhodai pemerintahan Kabupaten Gorontalo periode pertama pada tahun 1989-1994 dan periode kedua pada tahun 1994-1999.
Baca Juga: Hendra Saputra Koniyo Tomaili Doakan Hamim Tetap Kuat
Menurut Nelson, Imam Nooriman merupakan sosok yang sangat luar biasa dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat.
"Almarhum meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah pembangunan Kabupaten Gorontalo.
Pak Imam Nooriman dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kiprahnya telah meninggalkan warisan berdampak positif bagi penduduk kabupaten Gorontalo," ujar Nelson, kemarin.
Baca Juga: Menteri Basuki Sebut Bendungan Bulango Ulu Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo
Nelson Pomalingo menambahkan, meninggalnya Imam Nooriman membuat berbagai pihak baik tokoh-tokoh politik, komunitas adat, dan tokoh agama di Gorontalo turut merasa kehilangan.
Mereka menyatakan bahwa kepergian Imam Noriman adalah kehilangan yang sangat besar bagi Gorontalo, dan warisannya akan terus diingat dan diabadikan dalam sejarah daerah kabupaten Gorontalo.
"Saya mengenal sosok Imam Noriman sebagai figur yang dekat dan merakyat. Kami merasa kehilangan seorang ayah bagi kami semua.
Baca Juga: Hamim : Insyah Allah Tidak Ada 1 Rupiah Pun yang Kami Ambil
Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi juga orang tua dan sahabat bagi banyak orang di Gorontalo," tandasnya.
Adapun Imam Nooriman meninggal dunia pada usia 83 tahun di Bandung, dengan meninggalkan 3 orang anak, 6 orang cucu, dan 3 cicit.
Sumber dari pihak keluarga, Bupati Gorontalo periode ke 5 dan 6, meninggal dunia karena serangan jantung.(Zis/*).
Editor : Azis Manansang