GORONTALOPOST -Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Di Gorontalo, suasana sore hari dipenuhi dengan semangat masyarakat yang mencari hidangan manis dan lezat untuk mengakhiri puasa mereka.
Dari sekian banyak pilihan, ada satu takjil khas yang selalu menjadi favorit warga lokal, yaitu kue perahu.
Kelezatan Kue Perahu, Kuliner Tradisional yang Melegenda, Kue perahu merupakan salah satu kuliner tradisional Gorontalo yang telah ada sejak lama. Kudapan ini memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut, menjadikannya pilihan yang sempurna untuk berbuka puasa.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Sholat di Gorontalo Bone Bolango pada 7 Ramadan 1446 H
Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, santan, gula merah, tepung beras, dan sedikit garam. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan kue yang memiliki rasa gurih dan manis yang khas.
Dinamakan kue perahu karena bentuknya yang menyerupai perahu kecil. Biasanya, kue ini dikukus dalam wadah berbentuk oval atau daun pisang yang dilipat menyerupai perahu, sehingga menambah kesan tradisional dan autentik.
Ramainya Pedagang Takjil di Gorontalo
Menjelang waktu berbuka, berbagai sudut kota di Gorontalo berubah menjadi pusat kuliner Ramadan. Pedagang kaki lima berjejer menawarkan aneka hidangan berbuka puasa, mulai dari es buah, kolak, bubur sumsum, hingga kue-kue tradisional seperti kue perahu.
Salah satu lokasi yang selalu ramai dikunjungi adalah Pasar Ramadan di Kota Gorontalo. Di sini, pemburu takjil bisa menemukan berbagai variasi kue perahu dengan tambahan topping seperti kelapa parut atau keju.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, sehingga banyak warga yang memilih untuk membeli dalam jumlah banyak sebagai hidangan berbuka bersama keluarga.
Kue Perahu, Warisan Kuliner yang Terus Lestari Di tengah maraknya jajanan modern, eksistensi kue perahu tetap bertahan dan semakin populer saat Ramadan. Banyak pedagang takjil di Gorontalo yang terus mempertahankan resep tradisionalnya agar rasa dan teksturnya tetap otentik.
Tak hanya disukai oleh masyarakat lokal, kue ini juga mulai dikenal oleh wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo. Beberapa orang bahkan menjadikannya oleh-oleh khas yang menggambarkan kekayaan kuliner daerah ini.
Bagi Anda yang sedang berburu takjil di Gorontalo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan kue perahu.
Manisnya gula merah yang berpadu dengan gurihnya santan pasti akan membuat pengalaman berbuka puasa Anda semakin istimewa!(*)
Editor : Nur Fadilah