Gorontalopost, BATUDA - Perayaan Gebyar Malam Qunut di Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, berlangsung meriah meskipun kondisi lokasi sedikit becek.
Masyarakat tetap antusias mengikuti acara yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini.
Baca Juga: Jabat Kapolda Gorontalo Irjen Pol Eko Wahyu Prasetyo Resmi Gantikan Pudji Prasetijanto Hadi
Setiap tahunnya, ribuan warga berkumpul untuk merayakan malam yang istimewa ini dengan penuh suka cita.
Salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini adalah berburu kacang dan pisang, dua makanan khas yang selalu ada dalam tradisi Malam Qunut.
Warga yang datang, baik dari dalam desa maupun luar daerah, berbondong-bondong membeli dan menikmati sajian khas ini.
Tradisi berburu kacang dan pisang ini bukan hanya sekadar membeli makanan, tetapi juga memiliki makna kebersamaan yang mendalam.
Seorang pengunjung, Dinda, mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali merayakan malam Qunut bersama keluarganya.
Baca Juga: Sidang Perdana Hamim Pou, Pengacara Sebut Kasus Korupsi Bansos Sarat Kejanggalan
Baginya, datang ke Gebyar Malam Qunut bukan sekadar mencari hiburan, tetapi juga sebagai momen mempererat silaturahmi dengan sesama warga.
“Setiap tahun saya dan keluarga selalu datang ke sini, karena ini sudah menjadi kebiasaan kami setiap tahunnya,” ujarnya.
Gebyar Malam Qunut merupakan tradisi yang menjadi penanda pertengahan Ramadan bagi masyarakat Gorontalo.
Tahun ini, puncak acara akan dilaksanakan pada Sabtu malam, 16 Maret 2025.
Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, perayaan ini menjadi bukti bahwa budaya dan tradisi lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (Mg-04)
Editor : Azis Manansang