GORONTALOPOST -Di tengah perairan jernih dan tenang di Desa Wisata Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, petualangan akhir pekan berubah menjadi momen magis yang sulit dilupakan.
Di sini, wisatawan punya kesempatan langka: menyapa langsung hiu paus raksasa laut yang jinak dari atas perahu kaca.
Pagi itu, mentari belum tinggi, tapi destinasi andalan Gorontalo ini sudah ramai oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.
Mereka datang dengan penuh semangat, menaiki perahu-perahu nelayan yang disulap khusus untuk wisata ekowisata, termasuk perahu kaca yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan bawah laut dengan lebih dekat dan lebih menakjubkan.
“Air laut sangat tenang hari ini, sehingga pengunjung bisa melihat hiu paus dengan jelas di permukaan. Tercatat ada tiga ekor yang muncul sejak pukul 07.00 WITA,” kata Yudiawan Maksum, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango.
Tak hanya sekadar melihat, pengunjung juga bisa mengabadikan momen dari udara menggunakan layanan dokumentasi drone yang disediakan.
Hiu paus (Rhincodon typus) sendiri dikenal sebagai ikan terbesar di dunia yang bersifat jinak dan tidak berbahaya bagi manusia. Itulah sebabnya kehadiran mereka menjadi magnet kuat yang menarik wisatawan kembali datang setiap tahunnya.
Untuk mendukung pengalaman wisata yang aman dan nyaman, pengelola telah menyiapkan fasilitas lengkap: dari perahu wisata, alat snorkeling, hingga panduan wisata ramah lingkungan.
Namun, di balik semua keindahan ini, ada satu pesan penting yang terus digaungkan konservasi.
“Pemerintah mengimbau wisatawan agar tidak menyentuh hiu paus dan menjaga jarak aman minimal tiga meter. Interaksi yang tidak sesuai dapat mengganggu perilaku alami satwa tersebut,” tegas Yudiawan.
Desa Wisata Botubarani bukan hanya tentang keindahan laut atau pesona raksasa laut yang memukau.
Ini adalah cerita tentang harmoni manusia dan alam, tentang bagaimana kita bisa menikmati keajaiban semesta tanpa harus merusaknya.
Jadi, jika akhir pekan nanti Anda mencari petualangan yang tak biasa, mungkin sudah saatnya melirik Botubarani.
Siapa tahu, Anda bisa bertatap mata dengan sang raksasa jinak dari balik kaca, dalam hening yang memukau.(*)
Editor : Nur Fadilah