Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Motolohuta, Tradisi Mistis Gorontalo yang Kian Terlupakan di Tengah Arus Modernisasi

Nur Fadilah • Senin, 5 Mei 2025 | 10:43 WIB

Sejumlah sesajen yang tengah disiapkan oleh warga kampung dalam tradisi Motolohuta (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Sejumlah sesajen yang tengah disiapkan oleh warga kampung dalam tradisi Motolohuta (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

GORONTALOPOST
-Di tengah pesatnya laju modernisasi dan perkembangan teknologi, satu per satu tradisi leluhur mulai tersingkir dari kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah Motolohuta, sebuah ritual sakral penuh nuansa mistis yang pernah begitu lekat dengan kehidupan warga Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Motolohuta bukan sekadar seremoni biasa. Ini adalah upacara adat yang bertujuan memberi persembahan kepada makhluk gaib atau arwah gentayangan yang dipercaya masih berada di sekitar lingkungan masyarakat.

Tradisi ini merefleksikan keyakinan spiritual masyarakat Gorontalo akan pentingnya menjaga harmoni, tidak hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan dunia tak kasat mata.

Dahulu, Motolohuta digelar secara rutin, minimal setahun sekali bahkan pada masa tertentu bisa dilakukan dua kali dalam setahun.

Upacara ini melibatkan tokoh-tokoh adat, pemuka masyarakat, serta warga yang berkumpul untuk bersama-sama melaksanakan rangkaian ritual. Sajian berupa makanan tradisional, sesajen, dan bacaan mantra menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesi tersebut.

Namun, seiring masuknya nilai-nilai modern dan agama yang lebih rasional, Motolohuta perlahan menghilang dari keseharian masyarakat.

Generasi muda mulai melupakan atau bahkan tidak lagi mengenal ritual ini. Tradisi yang dulu dijunjung tinggi sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur dan penjaga alam, kini tinggal cerita dari para tetua desa.

Beberapa kalangan menilai tradisi seperti Motolohuta bertentangan dengan ajaran agama atau dianggap tak relevan lagi di era sekarang.

Padahal, di balik nuansa mistisnya, Motolohuta menyimpan pesan penting tentang rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta kesadaran akan keterhubungan manusia dengan alam dan roh-roh penjaga wilayah.

Kini, Motolohuta hanya hidup dalam ingatan segelintir orang tua yang pernah menyaksikannya. Jika tak ada upaya pelestarian, bisa jadi tradisi ini benar-benar punah dalam waktu dekat.

Kisah tentang Motolohuta menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tapi juga memahami jati diri sebagai bangsa yang kaya akan kearifan lokal.Sebuah warisan yang seharusnya dikenang, dihargai, dan jika memungkinkan dihidupkan kembali dalam bentuk yang kontekstual dengan zaman.(*)

 

 

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #tradisi #Motolohuta