GORONTALOPOST— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan dalam memberantas peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, dan pungutan liar.
Di bawah kepemimpinan Kalapas Sulistyo Wibowo, langkah-langkah konkret mulai diperkuat dari dalam, demi mewujudkan Lapas yang bersih, aman, dan berintegritas tinggi.
Dalam sebuah rapat internal yang melibatkan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas serta seluruh jajaran pengamanan, Kalapas Sulistyo mengingatkan pentingnya integritas sebagai pondasi utama dalam menjalankan tugas.
"Ini bukan sekadar soal kedisiplinan, tetapi soal tanggung jawab moral dan profesional. Kita harus berdiri di garis depan dalam perang terhadap berbagai pelanggaran di dalam Lapas," tegas Sulistyo, Rabu (29/5).
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pegawai tak hanya dari unsur pengamanan untuk turut serta dalam menjaga ketertiban. “Pengawasan adalah tanggung jawab bersama. Jangan ragu melaporkan setiap hal mencurigakan. Integritas adalah harga mati,” katanya penuh semangat.
Razia Humanis, Hasil Nyata
Komitmen tersebut langsung diwujudkan melalui razia mendadak di sejumlah blok hunian warga binaan. Tim pengamanan menemukan berbagai barang yang seharusnya tidak berada di dalam Lapas, di antaranya dua unit telepon genggam, tali jemuran, sendok logam, korek api, hingga cutter.
Meski menemukan pelanggaran, penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dan tetap mengedepankan pendekatan humanis, tanpa menimbulkan gesekan atau ketegangan di kalangan warga binaan. Barang-barang yang disita langsung diamankan sebagai bentuk ketegasan penegakan aturan.
"Ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya bicara, tapi juga bertindak. Setiap jengkal area kami pastikan dalam kontrol," ujar Sulistyo.
Ajakan Terbuka dan Transparan
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kalapas juga membuka ruang pelaporan langsung baik kepadanya maupun tim pengawasan internal. Hal ini sebagai bentuk transparansi dan ajakan kolaboratif kepada seluruh pegawai untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bersih dari praktik menyimpang.
Dengan langkah-langkah ini, Lapas Gorontalo menegaskan diri sebagai lembaga yang tidak memberi ruang bagi kompromi terhadap pelanggaran.
Perang terhadap narkoba, pungli, dan pelanggaran disiplin bukan hanya slogan, melainkan gerakan nyata yang terus digelorakan dari dalam tembok pemasyarakatan.(antara)
Editor : Nur Fadilah