Gorontalopost, LIMBOTO – Kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bawah Menara Limboto, menjadi saksi peluncuran inovasi digital baru yang digagas Pemkab Gorontalo: ST12 Pas Retribusi.
Program ini diluncurkan langsung dengan kehadiran Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa.
Baca Juga: 45 Personel Polres Bone Bolango Naik Pangkat, Kapolres: Harus Lebih Profesional dan Humanis
Program yang digagas Bupati Sopyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny Junus ini menandai era baru pengelolaan retribusi pasar tradisional dan modern di Kabupaten Gorontalo.
Lewat sistem pembayaran digital seperti QRIS dan e-Brizzi, sekitar 2.000 pedagang dari delapan pasar tradisional dan satu pasar modern kini dapat melakukan transaksi secara
cashless dan aman.
Dalam sambutannya, Ridwan Monoarfa menilai peluncuran ST12 Pas Retribusi adalah contoh konkret dari transformasi pelayanan publik yang berorientasi masa depan.
“Digitalisasi ini bukan sekadar tren, tapi kebutuhan.
Lewat sistem ini, pengelolaan keuangan daerah jadi lebih terbuka dan efisien. Kebocoran anggaran bisa dicegah sejak dini,” ucapnya.
Baca Juga: Polres Boalemo Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolres: Ini Penghargaan atas Loyalitas dan Dedikas
Lebih lanjut, Ridwan mengapresiasi integrasi kegiatan ini dengan momen Car Free Day yang mengajak warga hidup lebih sehat, sekaligus mendapat akses pelayanan publik yang modern.
Tak hanya itu, CFD Limboto juga diramaikan dengan layanan kesehatan gratis dari RSUD Ainun Habibie dan PMI Kabupaten Gorontalo.
Warga bisa melakukan pemeriksaan jantung, cek kadar oksigen, hingga donor darah di tempat.
“Ini bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap warganya, tidak hanya dari sisi ekonomi tapi juga kesehatan,” tambah Ridwan.
Program ST12 Pas Retribusi disebut sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku pasar.
Dan masyarakat untuk menjadikan Gorontalo sebagai
daerah yang lebih sehat, transparan, dan digital. (Mg-04).