Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Inflasi Kabupaten Gorontalo Naik 0,45 Persen di Juni 2025, Tomat hingga Rokok Jadi Pemicu

Azis Manansang • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:27 WIB

 

Inflasi di Kabupaten Gorontalo kembali mencuat pada Juni   2025.(F: Ilustrasi)
Inflasi di Kabupaten Gorontalo kembali mencuat pada Juni 2025.(F: Ilustrasi)

 

Gorontalopost, LIMBOTO – Inflasi di Kabupaten Gorontalo kembali mencuat pada Juni 2025.

Baca Juga: Oknum Guru di Gorontalo Utara Diduga Cabuli Siswi SMA, Polisi Langsung Bertindak

Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi month to

month (m-to-m) tercatat sebesar 0,45 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Suparno, menyebut lonjakan harga dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas yang sangat akrab dengan konsumsi harian masyarakat.

"Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lima komoditas utama, yaitu tomat, cabai rawit, bawang merah, beras, dan sigaret kretek mesin," jelas Suparno saat menggelar konferensi pers di Kantor BPS, Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Inflasi Gorontalo Juni 2025 Terkendali, Tapi Jasa dan Kebutuhan Pokok Jadi Pemicu

Menurutnya, kenaikan harga tomat dan cabai rawit tak lepas dari meningkatnya pengiriman hasil pertanian ke luar daerah.

Hal ini menyebabkan pasokan lokal menyusut dan otomatis mendorong harga naik di pasar lokal.

"Banyak hasil pertanian kita diserap oleh pasar luar daerah seperti Manado dan Bitung.

Akibatnya, stok lokal berkurang dan harga melonjak," tambahnya.

Sementara itu, kenaikan harga beras terjadi karena belum dimulainya musim panen di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Kelangkaan stok di tingkat penggilingan menyebabkan tekanan harga semakin terasa di pasar-pasar tradisional.

"Ini lebih bersifat musiman. Begitu panen dimulai, harga diperkirakan akan kembali stabil. Tapi tetap kami pantau agar tidak terjadi lonjakan ekstrem," ujarnya.

Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Gorontalo Dapat Kejutan Manis dari Dandim 1315

Menariknya, di tengah lonjakan sejumlah komoditas, kelompok ikan- ikanan justru memberikan efek penahan inflasi.

Beberapa jenis ikan seperti selar, tude, cakalang, layang, bengkol, hingga cumi-cumi mengalami penurunan harga sepanjang Juni.

"Penurunan harga ikan menjadi faktor penyeimbang yang membantu menjaga inflasi agar tidak melejit. Ini kontribusi yang cukup penting dari sektor perikanan,” tutup Suparno.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara distribusi hasil pertanian dan ketahanan stok lokal untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.(Mg-04)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #bps #harga pangan #tomat #Inflasi #inflasi daerah penghasil #cabai #harga beras naik #KABUPATEN GORONTALO #inflasi juni